Sentuhan Pria Dewasa
Narine tertawa kecil ketika Arkana terus saja menatapnya sambil menyuapkan potongan buah.
“Kenapa sih? Aku lagi makan, bukan lomba tatap-tatapan.”
“Aku lagi mengamati.”
“Mengamati apa?”
“Calon ibu dari anak-anak aku.”
Narine tersedak hampir saja, wajahnya langsung merah. “Arkana!”
Apa yang diucapkannya terdengar seperti candaan, tapi tatapannya serius.
“Kita honeymoon, Nari,” lanjutnya santai. “Waktunya bikin kenangan… yang produktif.”