Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bukan Gadis Biasa

Bukan Gadis Biasa

Gadis dengan mata sipit yang ada di di samping Yejun itu berdiri, menantang Cia yang tengah mengibarkan bendera perang. "Maksud kamu apa?" bentak gadis itu yang tampaknya belum begitu fasyih berbahasa Indonesia. Cia terkekeh pelan, mendorong bahu gadis itu dengan satu tangan, dan itu sudah membuat si gadis kembali duduk di kursinya.
105.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 156 kali sebagai gadis kampung
Baca
+Pustaka
GADIS NAKAL ITU MILIKKU!

GADIS NAKAL ITU MILIKKU!

Musim dingin masih belum berakhir, dan dia sadar, keuangannya mulai menipis, bahan makanan pun berkurang, sedangkan kedua orang tua Grace tidak memiliki pekerjaan tetap. “Grace!” Mendengar namanya dipanggil, Grace menoleh. Seorang gadis berlari-lari kecil menghampirinya, dia itu Natalie, sahabat dari kecil Grace. Sama-sama orang susah yang tinggal di tempat kumuh, tak jauh dari sebuah klub malam di mana para pelacur-pelacur mengais rejeki tiap malamnya “Aha, kukira kau sudah berangkat lebih dulu.” Grace menyambut tepukan tangan Natalie. Toss.
1057.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai gadis kampung
Tampilkan Ulasan (42)
Baca
+Pustaka
Ana Sue
Bantu dukung novel ini dengan Mengirimkan gems, bagi pengirim gems terbanyak akan diberikan novel cetak saya secara GRATIS (ongkir ditanggung saya pribadi) hanya untuk 3 orang ya. Saya perpanjang satu minggu lagi dari sekarang :)
Rosi Minori
bagus banget ceritanya,Grace si cwe yg bercita2 jd wanita malam,baginya pekerjaan sangat mulia,menghasilkan uang banyak dan bisa memperbaiki kehidupannya...semoga Grace ga bener2 ya jd wanita malamnya,,sukses buat authornya jg,,
Baca Semua Ulasan
Di Balik Rupa Burukku

Di Balik Rupa Burukku

Otomatis pemasukan keluarga berkurang setelah dua kakakku itu menikah. Petaka itu berawal dari Gendis, yah ... Gendis. Gadis desa teman sekolah Mas Parmin. Tentu usianya juga sudah dua puluh dua tahun. Gendis masih keponakan Pak Lurah, dia bilang dia baru tiba dari kota. Penampilannya yang berbeda dari gadis desa kebanyakan membuat Gendis menjadi pusat perhatian. Pulang kampung Gendis membawa oleh-oleh barang yang cukup mewah untuk orang tuanya. Dia membeli televisi dan sepeda motor, sebuah barang yang sangat mewah saat itu. "Mbak Gendis kerja apa sih di Jakarta?" tanyaku suatu hari ketika bertemu dengannya ketika nonton Kuda Lumping hiburan anak Pak Lurah yang sunatan.
1084.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai gadis kampung
Tampilkan Ulasan (26)
Baca
+Pustaka
Nainamira
terima kasih untuk kakak pembaca yang Budiman, yang setia mengikuti kisah Aina dan Hasan. sudah tamat di 263 bab ya ... ikuti novel baruku yang berjudul " misteri cinta di lokasi KKN" gak kalah baper loh ...
Agus Irawan
Gadis Desa itu merantau ke kota Jakarta, entah mendapatkan nasib manis atau sial. yang jelas menurutnya nasib sial. karena telah dipertemukan dengan seorang pengusaha sekaligus tunangan majikannya. Baca novelnya. "Kembang Desa Sang Miliarder. nama pena" Agus Irawan.
Baca Semua Ulasan
Gadis Lugu Pilihan Nenek

Gadis Lugu Pilihan Nenek

"Lika nggak suka makan di tempat seperti ini. Menu nya nggak cocok dengan Lika." "Mas sudah pesan menu yang kamu suka kok." ucapku. "Oh ya?" "Iya, ikan asin kan?" Dan kami pun tertawa bersama. Malam ini kami habiskan bersama dengan lebih banyak berbincang tentang rencana Lika untuk mengejar paket C dan akan kuliah. Cita-citanya nggak muluk-muluk. Jika ia menjadi orang yang pintar, dan kelak ilmu yang didapatnya bisa ia salurkan kepada anak-anak di kampung. Ia hanya mau membuat anak-anak di kampungnya menjadi orang pintar. Anak-anak yang tidak berkesempatan mendapatkan pendidikan itu sangat menyita perhatian Lika. Kampung mereka memang masih terbelakang. Anak-anak hanya tahu bermain dan memba
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 128 kali sebagai gadis kampung
Baca
+Pustaka
Milky Legends

Milky Legends

Seketika Ria, Nijiro, dan Nina terkejut dan melepas pelukan, Kemudian Ria menuju ke Gadis itu. “Terima kasih, Dik.” Kata Ria sambil mengambil beberapa makanan yang diberikan Gadis itu. “Kak, ada yang ingin kutanyakan.” Ujar Gadis kecil itu “Apa itu?” Tanya Ria “Apakah kami boleh ikut anda pulang?” Tanya Gadis itu dengan wajah memelas. Ria terdiam sejenak sambil merenung, kemudian berkata.. “Bukankah ini kampung halaman kalian?” Tanya Ria kembali
9.810.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 228 kali sebagai gadis kampung
Baca
+Pustaka
Gadis Kecil Dua Miliar

Gadis Kecil Dua Miliar

gumam Beatrice kecil karena merasa bersalah. Beatrice dengan buru-buru merapikan kembali dirinya agar berangkat bekerja ke kilang gandum. Beatrice tiba di kilang gandum sedikit terlambat dan mendapatkan tatapan yang tidak enak dari orang-orang. Beatrice yang baru sekali telat namun mendapatkan tatapan itu membuatnya merasa canggung. Beatrice mencoba mengabaikan tatapan itu dan bekerja.
683 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai gadis kampung
Baca
+Pustaka
Jadi Cantik Setelah Dimaki Burik

Jadi Cantik Setelah Dimaki Burik

Sebab, sepupunya memberi perhatian lebih membuat Sasti terlihat hidup nyaman. "Ya. Dia di kota ini sudah setahun lebih." "APA?! Kamu serius?" Adam berdiri memutar tubuhnya sambil berkacak pinggang. Pantas saja sahabatnya uring-uringan. Jadi benar karena seorang wanita. "Dia jadi apa? Eh maksudku dia kan gadis kampung, orang pelosok sampai ke kota. Apa mungkin jadi pembantu..." "Dia mahasiswi di kampus sebelah."
101.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai gadis kampung
Baca
+Pustaka
Pusaka Idaman Gadis Desa

Pusaka Idaman Gadis Desa

Dia memberikan satu lirikan tajam yang penuh dengan janji kepada Tresna, seolah-olah mengatakan bahwa urusan mereka berdua ini belum selesai. Baru saja Silvi melangkah keluar pintu, sesosok gadis dengan gaya angkuh dan aroma parfum mahal yang sangat menyengat langsung masuk. Dia adalah Linda, anak tunggal Pak Kades Aditama yang baru saja pulang libur semester dari kota besar dengan gaya sombong. Linda menatap Silvi dengan pandangan sangat meremehkan. Seolah-olah Silvi hanyalah sampah masyarakat yang kebetulan lewat di depan matanya yang tajam.
8.452.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai gadis kampung
Baca
+Pustaka
Gadis Gendut Dimiliki 3 Daddy

Gadis Gendut Dimiliki 3 Daddy

Dia tersenyum manis pada Adrian, sesekali menyentuh lengannya saat Adrian membisikkan sesuatu di telinganya. Di samping Sebastian, duduk gadis lain dengan rambut hitam pendek. Wajahnya eksotis-mungkin campuran Asia. Matanya besar dengan bulu mata lentik. Dia mengenakan gaun merah menyala yang terbuka di bagian punggung. Sebastian tertawa karena sesuatu yang dia katakan. Aku membeku. Mereka sudah memiliki gadis lain. Tentu saja. Kenapa mereka harus terus memperhatikan aku? Aku hanya perempuan gemuk yang tidak punya apa-apa.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai gadis kampung
Baca
+Pustaka
Gairah Terpendam Anak Juragan Kampung

Gairah Terpendam Anak Juragan Kampung

jelas Jaka diiringi dengan senyuman dibibir. Indah hanya mengangguk, lalu tersenyum sambil kembali menyandarkan kepalanya dibahu lelaki tersebut. Di tempat yang berbeda, terlihat seorang gadis baru saja memasuki rumahnya dengan wajah yang tampak sangat masam, gadis itu terus menggerutu merutuki seseorang. Dari dalam rumah terlihat seseorang lelaki paruh baya memperhatikan wajah gadis itu yang terlihat terus cemberut, membuatnya mengerutkan dahi.
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai gadis kampung
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status