Digoda Suami Gaib
“Syuuut... istrimu bisa bangun.”
“Tidak... pergi! Pakai bajumu!”
“Kau sungguh menggelikan,” katanya kembali tersenyum dan perlahan tubuh polosnya itu merangkak ke arahku, hingga aku semakin jelas melihat kemolekan dan kesintalan tubuhnya yang memabukkan mata dan burungku. Aku bisa melihat bukit kembarnya yang membulat kencang, besar, lalu kerampingan pinggangnya seperti gitar spanyol paling mulus, hingga kedua kakinya yang sedikit berisi dan terlihat makin seksi. Belum lagi kedua bukit kembar bawahnya pun jauh terlihat lebih montok daripada dadanya. “Lihatlah... sejak tadi, Budiman junior terus memberontak dari balik celana,” katanya sembari terkekeh-kekeh.
Bab Populer