Tiga Kakak Tiriku yang Menggoda
“Aku sangat capek kemarin, jadi sedikit terlambat turun untuk sarapan.”
Ibu akhirnya menoleh, menatap wajahku lama. Terlalu lama.
“Hmm... matamu merah.”
Ibu menatap penuh selidik sehingga aku refleks mengusap mata.
“Sepertinya karena kurang tidur.”
“Kenapa?”
“Banyak pikiran.”
Ibu menutup toples gula dengan bunyi keras.
“Tentang apa?”
“Kuliah, tentang apalagi, Bu?" balasku malas, sedangkan ibu tersenyum tipis. Senyum yang tidak sampai ke mata.