Gadis Mungil CEO: Mommy, Please Jadi Ibuku
Amarah, kecewa, dan frustrasi akibat penyangkalan tersembunyi barangkali membuatnya begitu sedih.
Seiring detik jam bergerak, kekecewaan dalam rautnya kian mengental, tak bisa dia sembunyikan lagi, bercampur dengan gesturnya yang khas ketika sedang menahan amarah, yaitu mengencangkan rahang.
“Mark, aku... aku turut prihatin,” kataku sambil mengangkat rendah tangan kananku, meletakkannya di dengkul kiri Mark, lantas menepuk-nepuk pelan dengkul yang kokoh itu.