Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Oleh-oleh dari Mertua

Oleh-oleh dari Mertua

Kecewa, geram, amarah, berbaur tanpa batas menyebabkan hati menjadi panas. Mas Harsa berdeham. Ia tampak kikuk dan beberapa kali terlihat mengatur posisi duduk serta menegakkan bahu. Ia pun tampak beberapa kali menghela napas, seperti sungkan untuk memulai kata. Aku yang menunggu mulai kesal. Rasanya ingin bersorak senandung pramuka yang dulu selalu kami gemakan apabila ada teman yang merespon lambat. 🎼 Rasanya lama betul ... Rasanya lama betul.
9.9370.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 13.3K Beses bilang gambar marah kesal kecewa
Ipakita ang mga Review (47)
Read
+Library
Anies
baca cerita ini 2th lalu tapi pas bab terakhir aku gak berani baca waktu itu takut sad ending tapi hari ini aku baca lg beberapa bab terakhir dan beraniin buka bab Tamat'nya dan aku menyesal sudah parno duluan ternyata semua gak seperti yg aku bayangkan.. cerita author memang selalu luar biasa
dewi partuna_
Keren alurnya tidak tertebak. Typo nya sedikit. Karakter nya real bgt,tidak dipaksa paksa. Sukses menbuat aku kesal,marah,berdesir,puas,merinding,menangis,tersipu,dan tertipu oleh alur. Ada edukasi tipis2 juga mengenai Budaya. Kata kata nya pun indah setengah puitis. Ah baru kali ini beri rating .
Basahin ang Lahat ng Review
Gadis Pencuri Hati Tuan Polisi

Gadis Pencuri Hati Tuan Polisi

Tanya si G yang berusaha menahan tawanya. "Sialan!! Kalian membuatku marah! Kalian mengataiku emak-emak, hah?! Sebentar lagi, kalian akan lihat apa yang akan terjadi jika kaliam membuat seorang emak-emak marah!!" Ucap Three dengan nada berteriak. "Apa aku salah bicara H..? Kenapa dia marah?" Pertanyyan bodoh pun terlontar dari mulut si G. "Dasar bodoh! Sepertinya dia benar-benar marah. Lihatlah, dia membawa senapan AK-47! Habislah kita.." Rutuk si H mengatai kebodohan si G yang membuat Three marah.
104.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 145 Beses bilang gambar marah kesal kecewa
Read
+Library
Yes! Please, Daddy

Yes! Please, Daddy

Dia tampak sangat menikmati kemarahan murni yang terpancar dari wajah cantik istrinya yang memerah. “Mengapa kau marah, Gia? Bukankah kau sendiri yang tadi memintaku untuk berhenti?” tanya Marco dengan nada mengejek, menyugar rambut hitamnya yang sedikit berantakan. “Kau sakit! Kau pria sadis yang senang melihat orang lain menderita!” teriak Gia lagi, air mata frustrasi hampir saja menetes dari sudut matanya, namun dia menahannya demi harga diri klan Valerius.
109.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 195 Beses bilang gambar marah kesal kecewa
Read
+Library
Kesempatan Kedua

Kesempatan Kedua

Emosi, marah, benci, dendam, kecewa—semua telah bercampur menjadi satu—membuatnya seakan kehabisan energy. Akan tetapi, Arletta berusaha untuk setenang mungkin sekalipun kondisi hatinya sedang sangat amat kacau. Detik selanjutnya, Arletta membalikkan tubuhnya—menatap Keevan dengan mata yang memiliki jutaan arti. Napas Arletta memburu. Emosi seakan ingin meledak kala mengingat apa yang dikatakan oleh pria itu. “Apa maksudmu, Keevan?” seru Arletta meninggikan suaranya.
1046.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.3K Beses bilang gambar marah kesal kecewa
Read
+Library
Jaring Cinta Sang Bodyguard

Jaring Cinta Sang Bodyguard

Said : Kalah dia. Wirya : Tiap mau marah, aku pasti ingat ekspresinya waktu lihat mantan istrinya dancing seksi. Kasihan banget. Antara sedih, kecewa, malu, marah, pokoknya nyampur semua. Chyou : Kupikir Arudra itu kuat hatinya. Kalau aku, mungkin sudah mengamuk. To Mu : Ya, aku juga pasti marah banget. Bisa-bisa kubunuh itu perempuan.
3.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 106 Beses bilang gambar marah kesal kecewa
Read
+Library
Gadis Mungil CEO: Mommy, Please Jadi Ibuku

Gadis Mungil CEO: Mommy, Please Jadi Ibuku

Amarah, kecewa, dan frustrasi akibat penyangkalan tersembunyi barangkali membuatnya begitu sedih. Seiring detik jam bergerak, kekecewaan dalam rautnya kian mengental, tak bisa dia sembunyikan lagi, bercampur dengan gesturnya yang khas ketika sedang menahan amarah, yaitu mengencangkan rahang. “Mark, aku... aku turut prihatin,” kataku sambil mengangkat rendah tangan kananku, meletakkannya di dengkul kiri Mark, lantas menepuk-nepuk pelan dengkul yang kokoh itu.
1017.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 568 Beses bilang gambar marah kesal kecewa
Read
+Library
Side Story of Erhan

Side Story of Erhan

Maaf Sebaris kalimat itu diiringi dengan sebuah kalimat kecil yang Adskhan tak tahu artinya apa. Marah, Adskhan meremas kertas itu dengar erat. Dadanya berdebar begitu cepat dan napasnya mulai berubah pendek. Namun sebisa mungkin ia berusaha menahan marah. Tatapan dinginnya tertuju langsung pada Meta. “Apa dia sengaja melakukan ini?!” Geramnya kasar.
9.825.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 499 Beses bilang gambar marah kesal kecewa
Read
+Library
KELAMBU MERAH JAMBU

KELAMBU MERAH JAMBU

Woooiii, aku sampai merasa kalau Papa sudah menjualku, woooiii! Malu. Malu. Malu. Kecewa. Kecewa. Kecewa. Marah. Marah. Marah. Benci. Benci. Benci. Malu. Kecewa. Marah. Benci … Seperti mimpi. Film. Cerita. Dongeng. Auuuhhh, sakit sekali rasanya, lebih dari gabungan antara PMS, typhus dan gerd!
1020.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 536 Beses bilang gambar marah kesal kecewa
Read
+Library
Terbelahnya Rindu

Terbelahnya Rindu

Ia tahu bahwa perasaan marah dan kecewa adalah hal yang wajar dirasakan Sarah, dan ia ingin putrinya tahu bahwa perasaannya itu valid, bahwa ia berhak merasa marah. “Sarah, Mama tahu kamu kecewa. Mama tahu kamu merasa marah. Mama pun merasa marah dan sedih, Sayang. Tapi, kadang kita harus membuat keputusan yang sulit demi kebaikan bersama,” kata Laras sambil mengelus rambut Sarah dengan lembut.
109.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 345 Beses bilang gambar marah kesal kecewa
Read
+Library
PREMAN DILAMAR SHALEHAH

PREMAN DILAMAR SHALEHAH

Dulu, candanya dengan Ummi Rasyidah saat masih mengemban Ilmu di madrasah, untuk menjodohkan anak-anak mereka yang hampir kesampaian, sirnalah sudah. Tak hanya itu, suasana di ruang tamu itu mendadak sendu dan dipenuhi oleh isakan tangis memperihatinkan. Hanya isakan, tak ada gebrakan meja ataupun memaki satu sama lain. Mereka sama-sama menjaga etika dan image masing-masing, dimana selama ini mereka tampak lemah lembut. Atau, mungkinkah saking kecewanya sehingga di antara mereka tak ada yang marah? Karena sesungguhnya marah dan kecewa berbeda bukan? Dimana marah itu bisa terluap lewat emosi ataupun luapan kemarahan, bahkan mengamuk dengan membabi buta. Tapi, orang kecewa hanya akan diam d
108.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 339 Beses bilang gambar marah kesal kecewa
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
10
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status