Gairah Terlarang Sepupuku
Burung camar melintas rendah, dan suara anak-anak kecil terdengar samar dari arah pantai.
Perahu mereka berhenti di dermaga sederhana. Seorang lelaki tua bernama Herman sudah menunggu di sana. Wajahnya teduh, dengan keriput yang dalam dan mata yang ramah. Di pulau itu dia adalah tokoh agama tertua yang selama ini mengurus akad nikah, khitanan, dan jenazah di pulau-pulau sekitar.
"Selamat siang," sapanya. "Kalian yang mau menikah?"