Pendekar Cahaya
Tuan Dewangga, Putri Mawar gadungan, memberikan cadar yang menutupi wajahnya pada Mawar yang sebenarnya.
Mawar berkata, “Terima kasih Paman, sudah merepotkan Paman.”
“Hahaha, Anggap saja ini hadiah pernikahan dariku,” jawab Tuan Dewangga.
Rombongan kembali melanjutkan perjalanan, setelah melalui jalan utama ibukota, banyak orang yang ingin melihat seperti apa calon Permaisuri Antakara. Tapi kereta kencana tertutup, sehingga mereka hanya bisa melihat melalui jendela.
Bab Populer