تصفية بواسطة
تحديث الحالة
الجميعمستمرمكتمل
فرز
الجميعشائعتوصيةمعدلاتتحديث
Suratman VS Suratmin  ( Antara Si Kaya Dan Si Miskin)

Suratman VS Suratmin ( Antara Si Kaya Dan Si Miskin)

ucap Susi sembari mengulurkan tangannya untuk minta uang. “Lah, aku nggak ada uang kecil, adanya juga uang merah semua, kalau kasih kamu yang untung kamu dong, makanan seperti ini nggak nyampe tiga puluh ribu juga nanti mau minta angsulannya bilang nggak ada kembaliannya, orang miskin kan selalu mencari kesempatan dalam kesempitan!” rutuknya membuat Susi bertambah kesal. “Ya Allah, Mas nggak apa-apa, aku belikan di warung tunggu sini nanti uang kembaliannya tak kasih sampean lagi, bagaimana?”
1013.1K وجهات النظرمكتملأُضيف إلى المكتبة 379 مرة ضمن gambar orang serakah uang
قراءة
+مكتبة
Sang Raja Bisnis Abimanyu!

Sang Raja Bisnis Abimanyu!

Kata-kata Abimanyu seketika membuat pasangan paruh baya itu panik. Bagaimana mungkin mereka membiarkan uang yang sudah berada di depan mata terlepas begitu saja? “Seratus juta sudah cukup. Seratus juta saja!” kata pria paruh baya itu dengan cepat dan cemas. Kulitnya tampak gelap karena sering terkena matahari, dan ia mengenakan pakaian kerja sederhana. Sambil berkata demikian, ia buru-buru mengulurkan tangan dan menarik uang seratus juta rupiah itu ke hadapannya.
10797 وجهات النظرمستمرأُضيف إلى المكتبة 25 مرة ضمن gambar orang serakah uang
قراءة
+مكتبة
Perjanjian Panas dengan Kakak Muridku

Perjanjian Panas dengan Kakak Muridku

Eve merogoh sakunya ingin memberi uang pada bocah yang mau memfoto mereka. “Aku ada!” Sheril dengan percaya diri memberikan bocah itu uang 100 ribu. “Ini.” “Terima kasih kakak-kakak cantik.” bocah itu tersenyum dengan sangat lebar saat menerima uang. “Kyaa..” Sheril melotot. “Diberi uang saja baru manggil kakak.” Bocah itu berlari kabur dari amukan Sheril. “Tunggu.” Meta merogoh sakunya. “Uangku..” Meta mengeluarkan uangnya. Tinggal 4 lembar, padahal ia membawa 5 lembar.
9.6297.4K وجهات النظرمكتملأُضيف إلى المكتبة 8.3K مرة ضمن gambar orang serakah uang
قراءة
+مكتبة
Aku Milikmu, Tuan Arsya!

Aku Milikmu, Tuan Arsya!

Ia mengambil bungkusan itu dan membukanya. “Ya Tuhan … ini uang siapa? Banyak sekali.” Tangannya bergetar saat memegang gepokan uang itu. Ia membaca tulisan di kertas tersebut, lalu tertawa kecil. “Lima biji mangga diganti uang segini? Ini pasti orang kaya yang lagi gabut. Siapa ya dia?” gumamnya penasaran. Ia menengadah, lalu berkata lirih,
2.0K وجهات النظرمكتملأُضيف إلى المكتبة 39 مرة ضمن gambar orang serakah uang
قراءة
+مكتبة
ANYELIR KUNING

ANYELIR KUNING

Aura bahagia menguar kental terasa. Fokusku jatuh pada biduan di depan sana, ia terlihat senang mendapatkan saweran uang bergambar Tuanku Imam Bonjol dari salah satu tamu pria. Bukan main aduhai goyangannya sebagai tanda terimakasih.
108.7K وجهات النظرمستمرأُضيف إلى المكتبة 226 مرة ضمن gambar orang serakah uang
قراءة
+مكتبة
Keluarga yang Kuanggap Milikku, Ternyata Milik Orang Lain

Keluarga yang Kuanggap Milikku, Ternyata Milik Orang Lain

"Buat apa kamu sembunyi? Pria-pria liar itu bisa boleh memotretmu, tapi kami nggak boleh? Kami bukannya nggak bayar!" Seorang wanita lain tertawa dan melempar segepok uang ke wajahku. "Nih, bayaranmu. Sudah cukup?" Uang itu berserakan di lantai dan tawa riuh meledak di sekitarku. Tatapan licik yang tak terhitung jumlahnya terasa seperti ular berbisa yang melingkari dan menjilati tubuhku seinci demi seinci. Kenangan dari stan pameran tiba-tiba membanjiri pikiranku. Ratusan pasang mata serakah itu seolah mencoba mencabik-cabik jiwaku.
1.9K وجهات النظرمكتملأُضيف إلى المكتبة 39 مرة ضمن gambar orang serakah uang
قراءة
+مكتبة
Aku Bukan Mesin Pencetak Uang

Aku Bukan Mesin Pencetak Uang

seorang sahabat tiba-tiba datang menghampiriku. Aku mengeryitkan dahi menatap pada sahabatku itu. Selalu aku menjadi sasaran empuk mereka di saat mereka tidak memiliki uang. "Beberapa Yu Sri?" tanyaku sangtai. Aku harus menjadi orang baik di mata semua orang. Ibu Retno yang mapan dan dermawan. "Satu juta saja, Bu Retno. Tolong ya!" mohon Yu Sri, temanku pengajian itu.
106.6K وجهات النظرمكتملأُضيف إلى المكتبة 231 مرة ضمن gambar orang serakah uang
قراءة
+مكتبة
KUCURI UANG SUAMIKU YANG PELIT

KUCURI UANG SUAMIKU YANG PELIT

KUCURI UANG SUAMIKU YANG PELIT (2) Setelah membuka buka pesan ibu mertua yang ternyata dipenuhi permintaan uang yang dilakukan hampir tiap minggunya itu, aku kemudian membuka pesan dari kontak W******p yang lain. Dan mataku seketika membulat saat melihat pesan yang dikirimkan oleh sebuah kontak W******p dengan profil seorang wanita cantik dengan anak perempuan berusia sekitar dua atau tiga tahun di sisinya.
2.4K وجهات النظرمستمرأُضيف إلى المكتبة 57 مرة ضمن gambar orang serakah uang
قراءة
+مكتبة
Nasib Dikelilingi Tetangga Julid

Nasib Dikelilingi Tetangga Julid

Pria tua itu mengeluarkan dua lembar uang berwarna merah dan menyerahkannya ke tangan Ratih. "Apa ini, Om?" "Anggap saja ini gaji kamu karena sudah menemani Om hari ini." "Hah? Serius, Om? Sebanyak ini?" Ratih terkejut mendapatkan uang sebanyak itu, padahal dia tidak melakukan apa-apa. Hanya menemani pria itu makan dan jalan-jalan saja dari tadi. "Iya! Ambilah! Kamu ingin jalan-jalan 'kan? Kamu akan butuh uang ini, apalagi kalau kamu melihat sesuatu yang kamu inginkan. Atau mungkin untuk ongkos kamu pulang."
104.4K وجهات النظرمكتملأُضيف إلى المكتبة 105 مرة ضمن gambar orang serakah uang
قراءة
+مكتبة
JANDA MENAWAN DIKEJAR CINTA BRONDONG SULTAN

JANDA MENAWAN DIKEJAR CINTA BRONDONG SULTAN

“Semua jadi dua puluh lima ribu, Mbak.” Amira langsung menyodorkan selembar uang seratus ribu yang ia temukan di saku jaketnya. “Ageng sanget, Mbak, arthone. Kulo dereng angsal penglaris kathah niki. Nembe angsal gangsal welas ewu,” ujar si mamang dengan bahasa yang sangat sopan. (Besar banget, Mbak, uangnya. Saya belum dapat penglaris banyak ini. Baru dapat lima belas ribu.)
1036.3K وجهات النظرمكتملأُضيف إلى المكتبة 762 مرة ضمن gambar orang serakah uang
قراءة
+مكتبة
السابق
1
...
45678
...
10
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status