Dikejar Dua CEO Tampan
Lelaki itu memajukan tubuhnya hingga sangat dekat dengan bahu Alluna, membuat Alluna sengaja memperlambat napasnya agar tidak berhembus di sisi Ghani.
Ghani mengangguk, lalu kemudian tangannya bergerak, "Pulpennya." ucap Ghani sambil membuka telapak tangannya. Alluna segera memberikan pulpen stylus miliknya.
Ghani kemudian menggeser tubuhnya semakin dekat dengan Alluna, bahkan tubuh mereka beradu. Ghani kemudian mulai mencoret coret beberapa detil yang dibuat Alluna, "gambar ini tidak diperlukan, kamu bisa mengantinya. Yang ini, dan ini hilangkan saja. Kamu bisa menambahkan gambar senjata ini." ucap Ghani bak seorang dosen yang sedang mencoret coret hasil skripsi mahasiswanya.
Hot Chapters