Tarian Persembahan Sang Ratu
Jali berulang kali menyapu dahi Arunika yang basah.
“Tidak, sudah tanggung, pamali kalau pulang. Lagi pula kapan lagi aku bisa melihat keadaan rakyat di bawah kepemimpinan Gusti Prabu Atma Prabangkara.”
Kereta kencana terus berjalan, disertai beberapa kuda yang terus mengawal dari empat penjuru mata angin. Para rakyat jelata yang tadinya sedang berjalan, dipaksa tunduk oleh pengawal. Dengan keterpaksaan dan penuh rasa takut, rakyat jelata itu menunduk dan memberi hormat pada sang ratu. Atas perintah gusti ratu, Puspa dan Jali membuka tirai kereta, terlihat oleh mata kelam sang ratu, betapa kurus-kurus rakyatnya. Terutama anak-anak perutnya buncit dan tulangnya menonjol. Busung lapar melanda
Bab Populer