Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Alisya

Alisya

Semaksimalnya untuk hasil terbaik. Denganmu, kami bisa melihat Dengan adamu, kami bisa membaca Dengan hadirmu, kami bisa berjuang Dengan sapaanmu, kami terhindar dari kegelapan LAMPU Puisi yang ditulis Aiys di rangkaian yang ia gambar. "TEEEEEEEETTTTTTT," bunyi bel dengan menandakan telah usai sesi dua. Juna, Aiys, dan Tasya segera mengangkat tangan dan kemudian mengemas barang-barang mereka. Sebelum beranjak mereka sempatkan berfoto dulu dan memfoto hasil karyanya.
3.3K viewsOngoingAdded to Library 84 Times as gambar puisi rakyat
Read
+Library
Hidup Kembali di Zaman Kuno

Hidup Kembali di Zaman Kuno

Di dalam pendopo kecil, Raka menempelkan dua syair di tiang kayu: “Jangan kau tanya dari mana aku datang, tanyalah untuk siapa aku berjalan.” Dan satu lagi: “Tanah yang disiram peluh rakyat, akan tumbuh jadi kota yang bermartabat.” Tuan Karel datang malam harinya. Ia membaca kedua syair itu tanpa berkata apa-apa, hanya menepuk bahu Raka. “Syair seperti ini tak sekadar hiasan dinding. Ini seperti bendera dalam perang: kecil, tapi bisa membawa ribuan maju.”
1012.1K viewsCompletedAdded to Library 313 Times as gambar puisi rakyat
Read
+Library
DIKIRA TAK BERGUNA TERNYATA SETARA DEWA

DIKIRA TAK BERGUNA TERNYATA SETARA DEWA

’ gumam Liu Yan. Liu Yan mengambil gulungan kertas gambar itu, dan membukanya dengan lembut. Lukisan ini menampilkan dua sosok kabur, seorang pria dan seorang wanita, saling berpelukan. Pada lukisan itu terdapat puisi : Angin timur mendesah, hujan rintik-rintik datang. Di balik kolam bunga lili air, terdengar suara guntur yang samar-samar.
8.910.8K viewsOngoingAdded to Library 334 Times as gambar puisi rakyat
Read
+Library
Pusaka Idaman Gadis Desa

Pusaka Idaman Gadis Desa

Halaman rumah joglo tua yang luas kini disulap menjadi tempat pesta rakyat kecil-kecilan. Lampu tumblr warna-warni digantung melintang di antara dahan pohon mangga, memberikan pendaran cahaya yang hangat dan romantis. Aroma sedap dari daging sapi panggang yang diasap di atas bara arang berpadu dengan wanginya nasi tumpeng kuning, menggugah selera siapa saja yang datang. "Mas Tresna, dicoba dulu ini daging panggangnya. Khusus aku pilihin bagian yang paling empuk buat Mas," ucap Silvi setengah berbisik.
1048.1K viewsCompletedAdded to Library 1.6K Times as gambar puisi rakyat
Read
+Library
Dikira Miskin Saat Pulang Kampung

Dikira Miskin Saat Pulang Kampung

"Wah, ada orang kota datang nih!" celetuk Mbak Gina saat motor yang kutumpangi bersama suami berhenti tepat di depan rumah. Sudah menjadi hal lumrah di kampungku, ketika menjelang siang, para ibu-ibu akan duduk bergerombol dan membicarakan banyak hal, termasuk gibah juga.
9.11.2M viewsCompletedAdded to Library 33.8K Times as gambar puisi rakyat
Show Reviews (83)
Read
+Library
Lengkunglangit
dr sekian banyak karakter, paling empet baca season Sea. Bu Diah Bu Eni msh ketawa, konyol aja ada org yg begitu .... Sea msh muda, berpendidikan, cantik, punya keluarga yg sayang bgt. tp kelakuannya minus ...
Ayusqie
Di luar hujan, numpang neduh ya kak author. Siapa tau kaka2 di sini mau neduh juga di karyaku, judulnya SUSAHNYA JADI MAS JOKO, author Ayusqie.        Pecah nih, kak. Romancenya bikin ngilu, kocaknya menggelitik, n sedihnya bikin mewek. Silahkan mampir ya kak. Terima kasih kk author dan kk2 semua.
Read All Reviews
Aku, Seorang Istri Tetangga: Gairah Membara yang Terbebaskan

Aku, Seorang Istri Tetangga: Gairah Membara yang Terbebaskan

Sabun berbusa tapi ia tidak peduli. Kata-katanya canggung, tata bahasanya salah, rimanya tidak jelas, tapi tulus. "Mata Raisa seperti bintang di langit Bandung". Ia tertawa waktu itu, bilang itu puisi paling konyol yang pernah ia dengar. Tapi ia simpan sampai sekarang di laci. Lipat rapi. Seperti artefak dari kehidupan lain. Sekarang satu-satunya puisi yang kau tulis adalah laporan keuangan. Angka dan grafik. Tidak ada ruang untuk perasaan.
18.5K viewsOngoingAdded to Library 387 Times as gambar puisi rakyat
Read
+Library
Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

“Kalau kau mau sejarah hidup, Bumi, kau harus mulai membayangkan gambar dan suara, bukan cuma kata-kata.” Ia menunjuk dinding penuh storyboard dan mood board. Di situ tergantung potret Dyah Pitaloka — sketsa kasar dengan baju putih dan sanggul sederhana. Di bawahnya: skema pasukan Majapahit, formasi pasukan Sunda, detail medan Bubat.
1011.1K viewsCompletedAdded to Library 298 Times as gambar puisi rakyat
Read
+Library
Payung Yang Jebol

Payung Yang Jebol

Matanya nanar memandang seputar sambil mulutnya komat-kamit. “Ayo, baca puisi mbelingmu lagi!” teriak seseorang tidak sabar. Jegag-jegug baungan kidul ratan Jer sekar setaman nyi randa kalpika Jugrug ketaman wiriding alif Jaganana tha, nyai Jangkepe manungsa nora bandha donya Jeneh sira amemundhi memedi Jayanen kautaman Jatining janma amung wenang amarsudi
1.5K viewsOngoingAdded to Library 56 Times as gambar puisi rakyat
Read
+Library
Perjanjian Leluhur

Perjanjian Leluhur

Perjuangan apa? Mereka berjuang dengan perut kenyang! Keluarga berada! Sementara rakyat berjuang untuk bertahan hidup! Perut kenyang! Kemudian mereka menghasut rakyat lapar dengan nasi bungkus! Mengumpulkan penggemar nasi bungkus! Cakra memberi perintah kepada kuda coklat, "Gemblung! Kau perintahkan kelima kuda itu untuk kembali ke kampung sebelah! Lima penunggang rakyat ini biar urusanku!"
9.946.9K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as gambar puisi rakyat
Show Reviews (21)
Read
+Library
Enday Hidayat
Telah terbit karya saya "Mengejar Cinta Puteri Bangsawan" bercerita tentang perjuangan Arjuna dalam mencari bapaknya untuk memenuhi persyaratan acara lamaran klan Angada. Bagi reader yang suka romantika cinta dengan latar cerita abad 21 dan abad 16, cerita ini cocok untuk diintip sejenak.
Kurnialam
Satu Hal yang membuatku makin suka baca novel ini adalah tata bahasa yang digunakan adalah tata bahasa millennial. So, saat kekaguman pada Bastian Tito & Kho Ping Hoo berpadu dengan bahasa Gen Z, novel ini memberikan nuansa yang segar & mengena di hati. Terlebih ada sentuhan kritik Bang Iwan ......
Read All Reviews
Mantiko Sati - Kitab 1: Harimau Dewa

Mantiko Sati - Kitab 1: Harimau Dewa

“Apa hendak dikata, Sati? Yang mengatur, yang membuat negeri ini kacau-balau, adalah orang-orang bertaring, berkuku tajam. Dan kami-kami ini, hanyalah rakyat kaciak[1] yang tidak bisa berbuat apa-apa dengan itu semua.” Sang pemuda rupawan hanya bisa tersenyum menanggapi ucapan itu. Tidak ada yang bisa ia lakukan dengan semua itu. Sebuah senyuman yang melambangkan betapa sengsaranya kehidupan rakyat kecil dalam masa sepuluh tahun belakangan ini. “Terima kasih karena Uda telah sudi mengantarkanku sampai ke sini.”
9.8104.8K viewsCompletedAdded to Library 3.6K Times as gambar puisi rakyat
Show Reviews (41)
Read
+Library
Srigede Hanif
saya lihat banyak novel baru yang rilis, tapi ko yg Sibunian Tongga terkesan tidak dlirik sama pihak GN,, apakah sesulit itu untuk mnerbitkan novel baru dsini?, babang Tothor ayo dong lebih smangat lagi ngajuinnya biar novel Sibunian Tongga sgera rilis, sdikit kurang sabar nih nunggunya, T.T
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Read All Reviews
PREV
1
...
456789
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status