Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Hukuman Cinta Darinya

Hukuman Cinta Darinya

Meski bukan mahakarya dengan nilai investasi apa pun, Marcus menyukai integritas yang tersembunyi di dalam lukisan itu, bersamaan dengan kaligrafi puisi pendek di sudutnya. Lukisan itu adalah bunga prem di salju. Bahkan orang-orang seperti Marcus, yang tidak tahu apa-apa tentang lukisan, bisa merasakan keindahan yang antik yang bisa bertahan melalui kesepian dan rasa sakit. Puisi di sebelah gambar itu bahkan lebih menarik. Tulisan di lukisan itu berbunyi 'Tanpa dingin, bagaimana mungkin bunga plum akan menyebarkan bau manis?'
9.32.5M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75.9K kali sebagai puisi bergambar
Tampilkan Ulasan (480)
Baca
+Pustaka
Imgnmln
Permisi kk yang baik hati^^ mohon maaf sebelumnya, izin promosi yaa. Sambil nunggu update, mampir juga ke Novelku... Sang Penguasa dan Tuan Muda Konglomerat>>Tokoh utamanya cool, keren, beda dari yang lain ga gampang ditindas lohh. Terima kasih^^
Linda Malinda
ceritanya lumayan bagus, cuma sering kesel sama fl nya, sering menciptakan masalah untuk dirinya sendiri, yg seharusnya gak perlu, dan kadang terlalu naif, tetap percaya dengan omongan orang yg jahat sama dia
Baca Semua Ulasan
Alisya

Alisya

Semaksimalnya untuk hasil terbaik. Denganmu, kami bisa melihat Dengan adamu, kami bisa membaca Dengan hadirmu, kami bisa berjuang Dengan sapaanmu, kami terhindar dari kegelapan LAMPU Puisi yang ditulis Aiys di rangkaian yang ia gambar. "TEEEEEEEETTTTTTT," bunyi bel dengan menandakan telah usai sesi dua. Juna, Aiys, dan Tasya segera mengangkat tangan dan kemudian mengemas barang-barang mereka. Sebelum beranjak mereka sempatkan berfoto dulu dan memfoto hasil karyanya.
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai puisi bergambar
Baca
+Pustaka
AMERTA (Liku Luka, Duka, dan Cinta)

AMERTA (Liku Luka, Duka, dan Cinta)

Senja senang melihatnya. Namun semakin lama Senja melihat lukisan yang lain, gambar yang di buat oleh si pelukis semakin menyeramkan. Warna latar lukisannya pun menjadi abu-abu. Ada gambar awan menangis tersedu-sedu, pelangi berwarna hitam dan abu-abu, bintang tersenyum menipu, dan juga bulan yang terlihat menusukkan pisau ke matahari yang membuat matahari mati menjadi debu. Apa yang ada dipikiran Gauri saat membuat lukisan-lukisan seperti ini? batin Senja bertanya.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai puisi bergambar
Baca
+Pustaka
PENDIRI ILMU HITAM

PENDIRI ILMU HITAM

Di bawahnya adalah sebuah rumah tamu milik Shi Guangyao, tempat yang dikenal dengan nama Zhan Yuan. Li Xian terbang ke bawah atap dan melihat tiga orang duduk di ruang tamu. He Huaisang memegang Sun Xichen di satu tangan dan Shi Guangyao di tangan lainnya, dalam keadaan mabuk dan tampak sedang menangis tanpa henti. Di belakang ruang tamu terdapat sebuah ruangan dengan meja yang penuh dengan gambar-gambar yang diberi penjelasan dengan tinta merah. Di dinding, tergantung empat gambar pemandangan musim semi, musim panas, musim gugur, dan musim dingin. Li Xian, yang awalnya tidak berniat melihat dengan detail, terkejut melihat keahlian gambar yang sangat mengesankan. Setiap gambar menggunakan wa
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai puisi bergambar
Baca
+Pustaka
TEH ... AKU DI SINI

TEH ... AKU DI SINI

Sampulnya berupa tanduk kembar, dengan warna merah pekat di belakangnya. Lagi-lagi, yang di dalamnya bukanlah tulisan seperti buku pada umumnya. Di sana hanya tersedia gambar di kertas kekuningan. Gambar-gambar yang ada di sana, adalah empat kuda yang ditunggangi empat lelaki memegangi tali. Di tengahnya, tali-tali yang saling berhubungan dari ke-empat orang itu melingkari tubuh seseorang yang berdiri di tengah-tengah. Tidak ada penjelasan tentang gambar itu, Alina mengurut kepala karena semakin pening saja. ”Papa ....”
106.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai puisi bergambar
Baca
+Pustaka
Rahasia di Malam Pertama: Istri Perawan Disangka Janda

Rahasia di Malam Pertama: Istri Perawan Disangka Janda

Ternyata, sebuah pesan bergambar baru saja masuk. Garendra membuka pesan tersebut, dan seketika itu juga napasnya seolah terhenti. Di sana, terpajang foto dua gelas ramuan tradisional yang masih mengepulkan uap tipis, bersanding dengan senyum manis Arumi yang berfoto di sebelahnya. Di bawah gambar tersebut, sebuah teks menyertai:
9.9140.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.5K kali sebagai puisi bergambar
Tampilkan Ulasan (74)
Baca
+Pustaka
Jw Hasya
Hi pembacaku, mohon maaf sebelumnya, mungkin ada pembaca yang punya nomor lamaku. Maaf, nomor itu sudah hilang beserta ponselnya, jadi untuk yang ada keperluan, bisa hubungi othor ke akun ig @jw_hasya. tks. love love untuk Kelen semua.
Hesti Dhania
yang suka sama alur cerita plot twist bisa bgt sih baca novel ini, bakal gayangka klok alur ceritanya bakal banyak boomnya. sisi gelap Garendra dan sisi lain Arumi seolah dikupas tuntas sih ini. tapi aku suka banget sama karakter Angga. jujurly awalnya kukira Angga tuh jahat kan kebanyakan gitu.
Baca Semua Ulasan
Sang Penjaga Pajajaran

Sang Penjaga Pajajaran

Pajajaran tidak hilang, hanya bersembunyi dalam waktu, melayang dalam rasa. Gema kalimat itu menggetarkan udara. Batu-batu di sekitar mereka tiba-tiba bergetar dan dari dalam tanah, muncul lukisan hidup, sebuah kilasan masa lalu yang terbentuk dari debu dan cahaya. Arjuna melihatnya. Sebuah gerbang megah dengan bendera putih bertulis “Rahayu Pajajaran” berkibar tertiup angin.
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai puisi bergambar
Baca
+Pustaka
Luka di Ujung Senja

Luka di Ujung Senja

“Iya. Pohon yang cuma berdiri. Nggak ngomong.” Anggi tertawa. “Akhirnya peran yang sesuai ambisimu untuk istirahat.” Sementara itu, Anggi sendiri mulai melakukan sesuatu yang lama ia tunda: melukis lagi. Bukan gambar kota atau jembatan, tapi warna-warna abstrak yang tidak perlu dijelaskan. Kadang ia melukis malam-malam saat rumah sudah sunyi. Rendra pernah berdiri di belakangnya dan bertanya, “Ini gambar apa?”
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai puisi bergambar
Baca
+Pustaka
Bayangan Hati

Bayangan Hati

Angin bertiup ringan, menyapu permukaan danau kecil itu dan membawa serta aroma air yang menenangkan. Di salah satu sisi danau, di bawah rindangnya pohon maple, Robin Van Robert (58) tengah duduk santai di kursi lipat, berdampingan dengan Joseph Dimitri (86), sahabat lama mendiang ayahnya yang telah tiada. Di hadapan mereka, dua batang pancing berdiri tegak, ujung senarnya tenggelam dalam air yang tenang.
586 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai puisi bergambar
Baca
+Pustaka
Ambil Saja Suamiku, Biar Kucari yang Baru!

Ambil Saja Suamiku, Biar Kucari yang Baru!

Suara Bramastyo menyelinap penasaran, memecahkan konsentrasi Narumi hingga ia mendongak, menatap sang ayah di sampingnya. “Temanku... mengirim gambar abstrak,” jawabnya, kembali mengamati layar ponsel. Gambar itu memang membingungkan. Sebuah foto buram memperlihatkan sesuatu yang menyerupai kuku berhias nail art merah. Tapi, ada sesuatu yang tak biasa. Bercak-bercak gelap mengotori permukaannya, seperti darah kering. Jari di foto itu terlihat tidak utuh, seolah-olah... terpotong.
104.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 188 kali sebagai puisi bergambar
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status