Ketika Sang Adipati Berlutut di Bawah Kakiku
"Baik, gambarkan wajahnya sejelas mungkin. Aku ingin melihat siapa sebenarnya pria itu."
Tang'er mengangguk pelan, kemudian mulai mendeskripsikan wajah pria itu dengan detail, ujung mata yang tajam, alis tebal, bibir tipis, hidung mancung, dan rahang yang sedikit kasar. Tang'er menggambarkan ekspresi dingin tapi menawan, membuatku bisa merasakan aura misterius pria itu.
Aku mulai melukis dengan cepat dan presisi, berusaha menangkap setiap detail yang dia sebutkan. Setelah selesai, aku menunjukkan gambar itu pada Tang'er. Dia menatapnya lama, lalu hanya berkata satu kata.
Hot Chapters