Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Aku Mundur, Mas!

Aku Mundur, Mas!

Aku masih ingin sehat lahir batin, sebelum terkena serangan gangguan jiwa, lebih baik aku segera pergi, untuk keselamatan jiwaku juga keutuhan rumahtangga ku. "Assalamualaikum." ucapku dan mas Guntur berbarengan, setelah suamiku memarkirkan motornya di teras rumah milik orangtuanya. Rumah milik ibu mertua ini, tidak terlalu besar juga tidak terlalu kecil. Dulu, rumah ini hanya terdiri dari tiga kamar tidur, ruang tamu, ruang tengah, dapur, dan juga kamar mandi yang ada di bagian belakang rumah.
9.4124.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.3K kali sebagai gang rumah
Baca
+Pustaka
Misteri Rumah Tua di Sudut Jalan

Misteri Rumah Tua di Sudut Jalan

Di dalam rumah, suasananya suram dan terasa berat, seolah-olah dinding-dindingnya menyimpan beban dari gangguan yang terus-menerus mereka alami. “Saya mendengar bahwa rumah ini sering mendapat gangguan,” kata Rina setelah duduk di ruang tamu. “Saya juga mengalami hal serupa di penginapan Bu Marni. Tapi saya belajar sesuatu yang mungkin bisa membantu.” Pak Slamet memandang Rina dengan mata penuh harap, meski ada sedikit keraguan di dalamnya. “Apa yang bisa kami lakukan? Kami sudah mencoba banyak hal, tapi gangguan itu tidak pernah berhenti.”
2.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai gang rumah
Baca
+Pustaka
Pendekar Salah Zaman

Pendekar Salah Zaman

Putra cuma senyum canggung. “Ya… mereka kan bilang gitu, bang.” Rangga masih ngeliat sebentar, lalu geleng. “Sumpah ini maling aneh.” Dia menarik napas, lalu balik badan. “Yaudah lah.” Langsung masuk ke dalam rumah.
10979 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai gang rumah
Baca
+Pustaka
TEKANAN BATIN SEORANG ISTRI

TEKANAN BATIN SEORANG ISTRI

Rumahnya yang dulu rapi kini seperti kapal pecah, penuh botol-botol kosong, bungkus makanan cepat saji, dan pakaian berserakan. Pagi itu pun tak ada yang berbeda. Matahari baru menyelinap dari celah tirai jendela saat suara ketukan pintu menggema di ruang tamu. “Tok-tok-tok.” Pak Darto yang kebetulan sedang membersihkan mobil di basement, tak mendengar apapun. Rangga yang tergeletak di sofa, dengan mata sayu dan rambut acak-acakan, menggerutu.
101.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai gang rumah
Baca
+Pustaka
Pria Perkasa Penakluk Wanita

Pria Perkasa Penakluk Wanita

"Ayo, Bu. Mari. Tapi jangan lama-lama ya. Aku ingin segera tidur nih. Besok pagi aku harus kerja lagi." "Iya, Rangga. Aku datang." Bu Rum mulai membuka pakaian yang dikenakannya. Setelah berada dalam keadaan polos, dia mulai naik di atas pembaringan. KREEEEETTTT Pembaringan yang kualitasnya tidak terlalu bagus karena kamar ini memang hanya diperuntukkan untuk pembantu itu, berbunyi dengan cukup keras. Untung saja ada suara musik dari handphone yang menyamarkan suara pembaringan itu
9.480.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai gang rumah
Baca
+Pustaka
Tamu Di Rumah

Tamu Di Rumah

Rumah Lama Reva Setelah selesai makan malam, mereka kembali ke kamarnya masing-masing. Namun lain halnya dengan Reva dan Roy, yang berada di ruang tengah menonton televisi sambil berbicara banyak hal random. Reva sangat senang menonton film rekomendasinya, dengan kepala yang menyender di bahu Roy. “Besok aku libur, apakah kau tidak ingin Shopping atau jalan-jalan?” Tanya Roy, menatap Reva dari samping.
16.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 348 kali sebagai gang rumah
Baca
+Pustaka
Aku Tak Bodoh

Aku Tak Bodoh

Kami beriringan menuju tempat tinggal mereka. Tak sampai sepuluh menitan, kami tiba di sebuah bangunan berdinding seng, yang sudah banyak karatan di mana-mana. Di bawah jendela rumah, terdapat bangku panjang yang terbuat dari bambu kuning. Di bawah bangku dipenuhi dengan tumpukan kardus-kardus bekas yang sudah diikat rapi dengan tali plastik. Di samping bangku ada tiga karung goni. Ku perkirakan itu botol-botol bekas, karena ada yang menyembul dari balik karung. Rumah ini terkesan kumuh dari rumah-rumah di sebelahnya, namun terlihat rapi dan bersih. Rara sudah berlari menuju pintu rumah dan mengetuknya dengan kencang.
9.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 329 kali sebagai gang rumah
Baca
+Pustaka
SUAMIKU CEO BUTA

SUAMIKU CEO BUTA

"Apa itu bom molotov?" Brrrusshhh.. dut... "Maafkan aku Rhoma!" Ucapnya sambil menutup hidungku." Dia mengibas-ngibaskan selimutnya. "WOOYY SIAPA YANG KENTUT NIH, BAU BANGKE." Teriak Hanggara. "Uhuk uhuk woy!" Hanggara terbatuk. Walaupun sudah ditutup Ani, aroma sedap itu masih menusuk hidung. Hanggara marah-marah.
9.711.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 408 kali sebagai gang rumah
Baca
+Pustaka
Kejutan di Rumah Majikan

Kejutan di Rumah Majikan

Membiarkan kedua manusia di dalam kamar mandi itu menuntaskan hasratnya tanpa terganggu. Dengan langkah gontai Hani menuruni anak tangga. Dari arah dapur terdengar kegaduhan, membuat Hani cepat-cepat menghapus air matanya. Kemudian menuju ke dapur, ingin tahu kegaduhan apa yang terjadi di sana. "Aduh mbok Rumi, kenapa memotong dagingnya lama sekali," gerutu Nita. Kata-kata Nita membuat mbok Rumi bingung. Memotong daging yang benar seperti apa. Padahal dagingnya sudah dipotong seperti biasa oleh mbok Rumi.
1028.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 936 kali sebagai gang rumah
Baca
+Pustaka
TOPENG SUAMI DAN ADIK ANGKATKU

TOPENG SUAMI DAN ADIK ANGKATKU

Kubelokkan mobil ke gang perumahan ibu. Rumah bercat putih itu masih sama seperti beberapa bulan lalu saat terakhir kalinya aku berkunjung ke sini bersama Mas Bima dan si kembar. Mereka begitu gembira saat itu bahkan kami sempat membuat api unggun di malam terkahir kunjungan, membakar sosis, ayam, ikan dan jagung.
10109.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.3K kali sebagai gang rumah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status