TERPAKSA JADI PENGANTIN PENGGANTI IBUKU
Gavin menyodorkan garpu mungil berisi sepotong puding.
“Saya bisa makan sendiri.” Prisha mengambil garpu di tangan Gavin, lalu menyuap sendiri pudingnya. Rasa manis, gurih, dan lezat, terasa lumer di mulutnya.
Tiba-tiba ponsel di saku jas Dokter Gavin berbunyi. Gavin merogoh saku, mengambil ponselnya. Tatkala menyaksikan nama Ariana di layar, ia mendengkus kesal, lantas menyentuh ikon merah tanda menolak panggilan. Teleponnya kembali berdering, dari orang yang sama. Gavin langsung menonaktifkan ponselnya.