Gara-gara Jatah Sepuluh Ribu
Mas Aksa memberi barang yang dibungkus dengan plastic hitam kepadaku.
“Apa ini, Mas?” aku segera membuka bungkusan itu, nampak sebuah kardus handphone merk Ijonk, gawai yang selama ini aku impikan.
“Waaahh makasih, Mas. Buat aku ini?” Mataku berbinar-binar melihat kardus handphone yang masih kupegang itu.
“Iya, Dek. Itu hadiah buat kamu.” Mas Aksa sibuk mengganti baju kerja nya dengan kaos rumahan.