Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Love of My Life

Love of My Life

Merusak gendang telinga saja. "Oke... oke, Pak Polisi. Gue akan pergi. Tapi sebelumnya gue mau ngasih tau soal kesalahan-kesalahan lo dalam istilah-istilah gay tadi. Gue ini bisa jadi bottom yang artinya bisa jadi cewek juga. Bukan bikin bottom. Bikini bottom itu adalah kota tempat tinggal sponge Bob dan teman-teman sejenisnya. Tolong lo bedain ya? Nggak masalah kalo lo nggak mau jadi gay. Tapi lo jangan ngerusak istilah-istilah kaum kami ya? Jangan gara-gara kami ini kaum minoritas maka kami jadi terus saja ditindas." Elahhh ini orang ngemeng apa sih?
9.921.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 858 kali sebagai gay kampung
Baca
+Pustaka
MISTERI KEMATIAN ISTRIKU

MISTERI KEMATIAN ISTRIKU

tambah Gara menjelaskan lebih lanjut. "Bukannya lo udah nggak punya keluarga? Terus, urusan apa yang mau lo urus di kampung? Jangan bilang, lo mau nikah diem-diem di sana? Hah?" Cecar Samudra dengan sedikit ejekan. Gara memulas senyum tipis, kepalanya menggeleng pelan. "Nggak Sam. Lagian, gue mau nikah sama siapa coba? Calon aja belum ada!"
1011.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 367 kali sebagai gay kampung
Baca
+Pustaka
Gairah Panas Adik Iparku

Gairah Panas Adik Iparku

DI ACARA LELANG AMAL – KEESOKAN HARINYA Ruang besar hotel bintang lima dipenuhi oleh tamu-tamu berpakaian mewah, suara obrolan dan tawa memenuhi setiap sudut ruangan. Jessica datang dengan berpakaian sederhana – gaun putih muda dengan potongan yang sederhana, hanya mengenakan kalung kecil yang melingkar di leher indahnya. Dia duduk di sudut ruangan, tatapannya tenang menyaksikan acara yang akan dimulai.
108.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 301 kali sebagai gay kampung
Baca
+Pustaka
Mertua Cerdas VS Menantu Licik

Mertua Cerdas VS Menantu Licik

Ketiga gadis itu berpandangan, lalu menggeleng cepat. "Memang bener begitu, Bu?" tanya Laura penasaran. "Kampung-kampung di Negeri ini kan beda-beda. Ada yang masih tradisional, terbelakang, terpencil dan terluar juga. Tapi banyak juga yang masih status kampung, tapi mulai tersentuh gaya hidup modern. Kalau di kampung ibu memang tidak ada warung nasi. Sekali seminggu ada yang jual lontong sama pecal. Jadi, benar kata Santi, kalau gak masak ya numpang ke rumah mertua aja," kekehku karena melihat mulut mereka membulat. Begitu menjiwai semua ucapanku. Mereka jadi ikutan tertawa.
6.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 214 kali sebagai gay kampung
Baca
+Pustaka
JODOHKU TERLIHAT CULUN TERNYATA SEORANG KONGLOMERAT

JODOHKU TERLIHAT CULUN TERNYATA SEORANG KONGLOMERAT

Ih, salah aku apa sih? "Neng, ini di kampung. Apa goyangnya si eneng gak keterlaluan? Gak etis Neng! Ini di kampung lho. Kan gak enak jadinya! Tadi yang nonton banyak, ada anak kecil lagi!" Aku gak tau kampung disini kolotnya amit-amit! Masa cocok aku tinggal di sekitar mereka? "Lho penyanyi dangdut tadi dandanannya juga seksi Pak! Goyangnya juga seronok Pak. Kok saya aja yang disalahin?" protes aku gak terima.
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai gay kampung
Baca
+Pustaka
Anak Jenderal & Ajudan

Anak Jenderal & Ajudan

"Assalamu'alaikum, semua tamu undangan yang Aim dan Friska cintai. Selamat menempuh hidup baru juga buat pasangan pengantin baru, Bang Fikri dan Kak Cepi. Semoga kalian berdua menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warohmah. Jangan pusing juga masalah anak, kalau belum dikasih dan dinyinyirin orang cuek saja. Karena masalah kita, tidak akan membuat beras di rumah orang cepat habis! Dan terimalah persembahan dari Aim dan Friska ini, anggaplah sebagai hadiah yang tidak akan pernah manusia normal berikan kepada kalian semua!" Semua orang tertawa mendengarnya. Astaghfirullah, katanya Aim ini ingin menjadi Polisi. Tapi kenapa dia terlihat lebih cocok menjadi pelawak? Tidak lama musik Gangnam St
1.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai gay kampung
Baca
+Pustaka
Ditandai Sebagai Tumbal Saat Pulang Kampung

Ditandai Sebagai Tumbal Saat Pulang Kampung

Juju ini pertama mengenalkan Nilam pada keluarga Babe, sejak gadis itu masih bekerja sebagai tukang keramas di Salon Ayyi, tak jauh dari rumahnya. Ia pula yang mengajak gadis kampung berwajah cantik alami itu bergabung dengan anak Klub Pecinta Korea, yaitu Korean Lovers yang menjadi wadah anak-anak muda berekspresi, mengembangkan diri, mengenal budaya dan Bahasa Korea. Selama bergabung Nilam merasa wawasannya bertambah tentang negeri ginseng itu, meski ia belum pernah menginjakkan kaki di sana.
1027.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 602 kali sebagai gay kampung
Baca
+Pustaka
Cinta Setelah Bercerai

Cinta Setelah Bercerai

Sesekali melihat istrinya hanya sekilas, saat mengikuti arahan dari panitia. Saat malam tiba, acara baralek gadang berlangsung ramai. Hampir dari setiap penjuru kampung datang ingin melihat kedua mempelai. Terutama mempelai pria yang menjadi topik pembicaraan hampir seluruh warga kampung Kinari, karena ketampanannya bak artis ibukota. Anak tunggal Bunda Aisyah, orang terkaya dan terpandang di kampung itu, sudah lama sekali tak pulang. Sehingga membuat penasaran bagi setiap warga kampung yang hendak melihatnya.
9.8112.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.7K kali sebagai gay kampung
Baca
+Pustaka
Kupinang Kau Walau Tak Berayah

Kupinang Kau Walau Tak Berayah

Raditya tersenyum sambil terus mengayuh sepedanya menuju taman kota yang tak begitu jauh dari kediaman sang Ibu. "Pada hayi Minggu kutuyut ayah ke kota ... Naik eylman itimewa kududuk dimuka. Kududut camping pak kusil yang sedang bekelja ... Teyus gimana, Pa?" Raditya menelan salivanya. 'Waduh, aku juga gak hafal!' "Apa nama binatang yang suka digendong ibunya didepan, ya?" Raditya memberi pertanyaan tentang nama hewan untuk menghindari nyanyian Aira.
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai gay kampung
Baca
+Pustaka
Pulang Kampung Bawa Sultan

Pulang Kampung Bawa Sultan

Pak Rt mengutarakan tujuannya, dengan bahasa yang diplomatis dan menggebu, dia bilang ingin mengusir Teuku. "Silakan saja bicara langsung pada orangnya." Aku memanggil Teuku untuk bergabung dengan para bapak aparat kampung ini. "Mereka Rt dan keamanan kampung di sini." Jelasku pada Teuku. "Oh, salam kenal, Pak." Teuku menyambut ramah seperti biasa. "Maaf bapak-bapak. Saye nak buat keributan. Kami sedang rayakan acara pertunangan, bila bapak-bapak berkenan. Mari ikut saye makan-makan. Kami sedang bakar kambing."
9.781.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai gay kampung
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status