Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tamparan Sang Kakak

Tamparan Sang Kakak

“Apa… apa kamu bilang?” Aku mengulanginya kata demi kata, “Aku bilang… kamu itu anak haram.” “Dulu, saat ayah membawamu pulang, kamu baru berusia tiga tahun. Kakek hampir terkena serangan jantung karena marah dan ingin mengusirmu bersama ibumu.” “Aku.” Aku menunjuk diriku sendiri. “Aku yang berlutut di depan kakek, memohon agar kamu diizinkan tinggal.”
13.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 281 kali sebagai gay kampung
Baca
+Pustaka
Alexa (Jamilah Binti Surip)

Alexa (Jamilah Binti Surip)

"Dengar Alex. Semua yang kamu tuduhkan pada saya itu tidak ada yang benar. Saya sama sekali tidak suka ke club malam. Saat pertama kali masuk ke dalam club saja, jantung saya seperti mau lepas mendengar suara musiknya. Saya ini orang kampung Alex. Telinga saya cocoknya mendengar lagu campur sari. Bukan lagu orang barat yang sedang ngamuk-ngamuk begitu." Alexa terkikik mendengar Gala menyebut musik rap sebagai orang barat yang sedang ngamuk-ngamuk. Pak Boss kampung ini memang asli Indonesiawi sampai ke pembuluh darahnya. Melihat Alexa tertawa, Gala makin bersemangat menceritakan pengalamannya masuk ke dalam club tadi.
1023.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 595 kali sebagai gay kampung
Baca
+Pustaka
Terjerat Gaun Pengantin

Terjerat Gaun Pengantin

kataku singkat “Nah, tunggu aku pulang ya sayang, santai aja dulu! mmuachh!” dia memberikan ciuman di akhir obrolan Aku menarik napas dalam-dalam, ya ampun, sepertinya aku tidak bisa menebak pikiran Barra. Kalau saja pernikahan ini bukan untuk mengangkat status orang tua ku di desa, aku tidak akan siap menjadi seorang istri. Tapi kesucianku telah direnggut. Kehidupan baruku akan dimulai setelah pernikahan ini, orang seperti apa Barra sebenarnya?
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai gay kampung
Baca
+Pustaka
Om Ganteng, Nikah Yuk!

Om Ganteng, Nikah Yuk!

Kelompok remaja itu langsung tertawa cekikikan. Alena yang kebetulan mendengar percakapan tersebut langsung menunduk sambil menahan senyum. Persis. Benar-benar persis. Tanpa sadar sebuah kenangan lama muncul di kepalanya. Mini market kecil. Sore yang panas. Dua mangkuk bakso. Dan seorang pria tampan yang kebetulan lewat.
1042.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai gay kampung
Tampilkan Ulasan (60)
Baca
+Pustaka
Ayu Ilma
thor maaf mau ngasih masukan sedikit karna ada bbrpa bab yg ga sesuai : 1. bab awal yg blg jarak gak ketemu 5thn tp slalu nyebutnya 10thn. 2. masalah waktu ke bandung, brngkt pagi nyampe malem 3. kamar Alena di lt.17 , tp malah jd Leon & Amara doang yg di lt.17. next->
Mrs.B
Maaf thor, izin promosiin novel teman ya. judulnya "DI ANTARA SUAMIKU DAN SAHABATNYA: RAHASIA DI BALIK KEHAMILANKU." Premis: Seorang istri yang terjebak di antara suami dan sahabat suaminya harus menyimpan rahasia kehamilan yang bisa menghancurkan pernikahan sekaligus persahabatan mereka.
Baca Semua Ulasan
Gadis Cantik Dan Om Ganteng Kaya Raya

Gadis Cantik Dan Om Ganteng Kaya Raya

Kota yang ramai melintas di balik jendela. “Kita mau ke mana, Om?” tanya Nadha sambil menatap keluar. “Ke kantor KUA,” jawab Frans tenang. “Hah?!” Nadha terperanjat. “Om… ngapain ke sana?” “Aku mau menikahi kamu.” Nadha terdiam beberapa detik, lalu tertawa kecil. “Hahaha… Om suka bercanda. Aku masih sekolah, masih belasan tahun. Mana mungkin menikah sama om-om.”
762 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai gay kampung
Baca
+Pustaka
Gairah Terlarang Kakak Tiriku

Gairah Terlarang Kakak Tiriku

"Lepas Kak! Aku mau turun!" Anna merengek meminta turun dari pangkuan sang kakak. Matanya sedikit berkaca dengan dada berdegup kencang seolah berada di balapan motor Mandalika. Sedangkan lelaki yang bernama Keymal tersebut enggan untuk melepaskan adiknya dari pangkuan dia. Tangan lelaki dua puluh tujuh tahun tersebut melingkar erat pada perut rata Anna.
8.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 310 kali sebagai gay kampung
Baca
+Pustaka
Kampung Lamuna

Kampung Lamuna

kata Yani sambil terlihat kesal. "Kampung ini adalah kampung Lamuna. Ini kampung yang berbeda dari kampung Pokuta. Kampung dikuasai oleh kakak. Semua warga di sini takut terhadap kakak. Jadi, kamu tidak perlu merasa takut atau menderita. Sebab semua yang ada di sini adalah milik kamu." Kata Nyai Sri. "Apa? Kampung Lamuna?" tanya Yanti sambil terkejut.
611.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 294 kali sebagai gay kampung
Baca
+Pustaka
WARUNG TENGAH MALAM

WARUNG TENGAH MALAM

Kataku “Itu anaknya ketua Kampung, si Rani nikah sama orang Kota. Hajat gede-gedean Jang, siangnya pengajian, sore nya dangdut, malamnya wayang golek,” Katanya sembari bersemangat. “Ya sudah atuh ya, mau lanjut jalan, kasian si Ibu sudah nungguin," Katanya sembari melambaikan tangan.
9.8683.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21.2K kali sebagai gay kampung
Tampilkan Ulasan (174)
Baca
+Pustaka
Astri Kurniasih
saya sudah tamat baca ini ya sama kutukan leluhur juga, buka pake koin berbayar Dannnn, setelah beberapa lama(berbulan2) saya mau nostalgia baca ulang, tau ga mas othor saya mesti buka lagi pake koin, semua kekunci lagi... plis atuh lah saya waktu itu buka koin pake uang bukan pake daun... KECEWA
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
Baca Semua Ulasan
CEO yang Kubayar Setelah Semalam

CEO yang Kubayar Setelah Semalam

tanya Adrian balik. "Kepikiran sih, tapi gak secepet ini. Pasti bapakku di kampung syok berat denger anaknya nikah mendadak," kata Kilaara menggaruk rambutnya frustasi. "Kampung daerah mana?" "Dibilang kampung juga bukan sih. Itu kiasan aja. Rumahku di daerah Jombang btw. Hehehe," kata Kilaara tertawa kecil.
801 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai gay kampung
Baca
+Pustaka
Kupinang Kau Walau Tak Berayah

Kupinang Kau Walau Tak Berayah

Raditya tersenyum sambil terus mengayuh sepedanya menuju taman kota yang tak begitu jauh dari kediaman sang Ibu. "Pada hayi Minggu kutuyut ayah ke kota ... Naik eylman itimewa kududuk dimuka. Kududut camping pak kusil yang sedang bekelja ... Teyus gimana, Pa?" Raditya menelan salivanya. 'Waduh, aku juga gak hafal!' "Apa nama binatang yang suka digendong ibunya didepan, ya?" Raditya memberi pertanyaan tentang nama hewan untuk menghindari nyanyian Aira. ***
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai gay kampung
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status