Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
RAMBUT BASAH SETIAP PULANG KERJA

RAMBUT BASAH SETIAP PULANG KERJA

Tepat pukul lima sore semuanya sudah siap, bahkan kedua wanita itu sudah selesai mandi. Saat Alda sedang duduk di sofa, tiba-tiba ponselnya berdering. Mendengar itu, Alda langsung mengambil benda pipih miliknya itu, lalu menggeser tombol berwarna hijau untuk menerima panggilan. [Assalamu'alaikum, Sayang hari ini aku lembur] [Wa'alaikumsalam, lembur lagi. Padahal aku sama mama udah masak dan bikin kue untuk makan malam nanti]
109.2K viewsOngoingAdded to Library 212 Times as gedung rumentang siang
Read
+Library
Catatan Rumi

Catatan Rumi

"Aduh, dek. Yang jual sosis sama bakso itu sore hari sampe malam. Lagipula ini masih pagi dan nggak akan mungkin ada yang jual sosis." Rumi memasang raut cemas sambil ikut duduk di bangku depan tepat bapaknya berdiri. Dia melihat tangan anak itu agak gemetaran sambil terus melihat jam. "Beneran pak engga ada? Atau mungkin ada yang jualan lagi selain yang tutup itu?" Rumi masih berharap ada keajaiban untuk dirinya. "Kurang tahu dek. Bapak cuma tahu di sekitaran sini aja."
2.7K viewsOngoingAdded to Library 100 Times as gedung rumentang siang
Read
+Library
Pacar Pura-Pura

Pacar Pura-Pura

tanya Nana pada Rama dengan santai “Engga, kan tadi udah” jawab Rama dengan santai “Jam berapa ya sekarang ?” tanya Nana pada Rama dengan santai, Rama pun melihat jam tangannya dan melihat kalau sekarang sudah hampir siang hari, jam sebelas siang “Jam sebelas siang” jawab Rama dengan santai setelah melihat jam yang ada di lengannya “Kaau begitu habis dari sitana boneka kita makan dulu yah” ucap Nana pada Rama karena sudah siang
109.6K viewsOngoingAdded to Library 230 Times as gedung rumentang siang
Read
+Library
SELINGKUH DENGAN TETANGGA

SELINGKUH DENGAN TETANGGA

Tak lupa, Memasukkan beberapa helai pakaianku dan milik Syahdan. Mencoba menetralkan pendengaran, serta mendekatkan diri ini pada pintu jendela. Nampak Romli yang tengah berdebat dengan Risma di dalam kamarnya. Ya, kami hanya tetangga terhalang jemuran yang jika dihitung sepuluh langkah. Apalagi kamar kami saling berseberangan juga jendela yang saling berhadapan membuatku bisa melihat gerak gerik mereka. Pun, jendela inilah yang selama ini dijadikan aku dan Mas Romli untuk saling memandang saat menahan rindu.
19.5K viewsOngoingAdded to Library 467 Times as gedung rumentang siang
Read
+Library
DENDAM SANG PANGLIMA

DENDAM SANG PANGLIMA

Dan langsung mengangkat tubuhnya hingga di atas kepala. "Kau akan menjemput dia!" "Hiyah!" Adam langsung melempar tubuh George ke lantai. Bamm! Kerasnya benturan itu hingga menggema ke seluruh penjuru ruangan. George terus mengerung kesakitan kala punggungnya terasa remuk mengenai kerasnya lantai ruangan. Adam menjenggut rambut George hingga terangkat ke atas. Lalu berkata di depan wajahnya.
1042.3K viewsCompletedAdded to Library 1.6K Times as gedung rumentang siang
Read
+Library
TETANGGA SEBELAH RUMAH

TETANGGA SEBELAH RUMAH

Big No! @@@ Seketika aku tertegun mendengar ucapan si tetangga aneh ini, yang tak lain yaitu Mbak Ella. Astaghfirullah! sabar Nina, istri sabar disayang suami. "Mbak, gimana? boleh nggak minjem Mas Rian-nya sebentar? Aku janji nggak bakal sampe semalaman kok, apalagi sampai nginep, hehe." dia mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajahku yang masih terpaku karena ucapannya, dia pun cekikikan kaya kuntilanak.
3.7K viewsOngoingAdded to Library 118 Times as gedung rumentang siang
Read
+Library
Si Bodoh yang Luar Biasa (LDN Seri 1)

Si Bodoh yang Luar Biasa (LDN Seri 1)

ucap sang leluhur sembari merapikan jenggotnya. Sesuai harapan Duata Hun, anak itu benar-benar giat berlatih hingga waktu pagi tiba. Keesokan harinya, Renggi Ang terbangun dalam kondisi bugar dan merasa dirinya bertambah lebih kuat. Tiba-tiba, dia teringat dengan karung yang berisi tulang-tulang dan bangkai-bangkai yang ia bawa dari Sungai Adem. Renggin Ang membawa karung-karung tersebut ke sebuah bangunan tua tanpa seorang pun tahu. Bangunan itu terletak di tengah pekarangan Kediaman Tang tertutup oleh semak-semak.
9.8141.4K viewsCompletedAdded to Library 3.3K Times as gedung rumentang siang
Show Reviews (33)
Read
+Library
Donat Mblondo
Maaf ya... hanya bisa update 1 bab per hari. Semoga kedepannya bisa lebih baik. InsyaaAllah hari ini update agak malam karena sore ini saya ada kegiatan. Terima kasih telah menyempatkan diri untuk membaca cerita ini. Semoga kalian sehat selalu ^^
Alhan Ard
Halo semuanya, izin promosi ya kak. Mampir yuk ke Novel "Aku Menjadi Dewa yang Menjalani Hukuman di Dunia Modern" Dimana menceritakan seorang dewa yang bertransmigrasi di manusia biasa dengan dunia saat ini!
Read All Reviews
Rumah Tengah Hutan

Rumah Tengah Hutan

Tidak semuanya. Angin tertiup masuk menerobos jendela kayu, dingin menjalar dalam ruangan. Nyala api dimar terombang-ambing. Tidak stabil. Tapi, pertemuan agung tetap dilaksanakan. Tidak ada yang akan menghalangi niat mulia ini. Termasuk para gerombolan angin malam itu. “Sudah menanam jagung, Pak?” basa-basi Pak Rt kepada Bapakku.
8.99.6K viewsCompletedAdded to Library 374 Times as gedung rumentang siang
Read
+Library
Tumbal Purnama

Tumbal Purnama

Namun, saat tiba di sana, pemandangan yang mengejutkan membuatnya terpaku. Karung-karung berisi bahan baku berceceran di lantai, sebagian isinya rusak. Bau busuk menyeruak, bercampur dengan cairan hitam yang mengalir dari beberapa karung. Di dinding gudang, tergores tulisan besar dengan cat merah: "Kalian akan jatuh, tak lama lagi."
1.2K viewsOngoingAdded to Library 43 Times as gedung rumentang siang
Read
+Library
Dalam Genggaman Tiran Tampan

Dalam Genggaman Tiran Tampan

Senyum Belle muncul perlahan, tidak sepenuhnya lega, tapi cukup untuk menghangatkan udara di antara mereka yang sempat dingin. Suara lonceng kecil di atas pintu toko bunga Maison de Fleurs berdenting pelan, membuat Belle dan Eddie sama-sama menoleh dari meja kerja mereka. Di balik pintu kaca yang terbuka, masuklah sosok tua yang sudah mulai akrab di mata Belle—meski tetap membuatnya menghela napas setiap kali muncul. Richard Grentham melangkah masuk dengan setelan rapi. Tongkat kayu di tangannya berdetak ringan tiap kali menyentuh lantai kayu. Tapi hari ini, ekspresi wajahnya berbeda.
109.6K viewsCompletedAdded to Library 258 Times as gedung rumentang siang
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status