Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pacar Pura-Pura

Pacar Pura-Pura

tanya Nana pada Rama dengan santai “Engga, kan tadi udah” jawab Rama dengan santai “Jam berapa ya sekarang ?” tanya Nana pada Rama dengan santai, Rama pun melihat jam tangannya dan melihat kalau sekarang sudah hampir siang hari, jam sebelas siang “Jam sebelas siang” jawab Rama dengan santai setelah melihat jam yang ada di lengannya “Kaau begitu habis dari sitana boneka kita makan dulu yah” ucap Nana pada Rama karena sudah siang
109.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 236 Beses bilang gedung rumentang siang
Read
+Library
SELINGKUH DENGAN TETANGGA

SELINGKUH DENGAN TETANGGA

Tak lupa, Memasukkan beberapa helai pakaianku dan milik Syahdan. Mencoba menetralkan pendengaran, serta mendekatkan diri ini pada pintu jendela. Nampak Romli yang tengah berdebat dengan Risma di dalam kamarnya. Ya, kami hanya tetangga terhalang jemuran yang jika dihitung sepuluh langkah. Apalagi kamar kami saling berseberangan juga jendela yang saling berhadapan membuatku bisa melihat gerak gerik mereka. Pun, jendela inilah yang selama ini dijadikan aku dan Mas Romli untuk saling memandang saat menahan rindu.
20.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 488 Beses bilang gedung rumentang siang
Read
+Library
TETANGGA SEBELAH RUMAH

TETANGGA SEBELAH RUMAH

Big No! @@@ Seketika aku tertegun mendengar ucapan si tetangga aneh ini, yang tak lain yaitu Mbak Ella. Astaghfirullah! sabar Nina, istri sabar disayang suami. "Mbak, gimana? boleh nggak minjem Mas Rian-nya sebentar? Aku janji nggak bakal sampe semalaman kok, apalagi sampai nginep, hehe." dia mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajahku yang masih terpaku karena ucapannya, dia pun cekikikan kaya kuntilanak.
3.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 122 Beses bilang gedung rumentang siang
Read
+Library
Si Bodoh yang Luar Biasa (LDN Seri 1)

Si Bodoh yang Luar Biasa (LDN Seri 1)

ucap sang leluhur sembari merapikan jenggotnya. Sesuai harapan Duata Hun, anak itu benar-benar giat berlatih hingga waktu pagi tiba. Keesokan harinya, Renggi Ang terbangun dalam kondisi bugar dan merasa dirinya bertambah lebih kuat. Tiba-tiba, dia teringat dengan karung yang berisi tulang-tulang dan bangkai-bangkai yang ia bawa dari Sungai Adem. Renggin Ang membawa karung-karung tersebut ke sebuah bangunan tua tanpa seorang pun tahu. Bangunan itu terletak di tengah pekarangan Kediaman Tang tertutup oleh semak-semak.
9.8141.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 3.3K Beses bilang gedung rumentang siang
Ipakita ang mga Review (33)
Read
+Library
Donat Mblondo
Mohon maaf ya... jika ada yang tidak berkenan dengan nama² nyleneh di cerita ini. Terima kasih atas masukannya. Saya akan memperbaikinya di seri ke-2. Terima kasih banyak bagi yang sudah baca sampai tamat. Semoga kalian sehat selalu...
Alhan Ard
Halo semuanya, izin promosi ya kak. Mampir yuk ke Novel "Aku Menjadi Dewa yang Menjalani Hukuman di Dunia Modern" Dimana menceritakan seorang dewa yang bertransmigrasi di manusia biasa dengan dunia saat ini!
Basahin ang Lahat ng Review
Rumah Tengah Hutan

Rumah Tengah Hutan

Tidak semuanya. Angin tertiup masuk menerobos jendela kayu, dingin menjalar dalam ruangan. Nyala api dimar terombang-ambing. Tidak stabil. Tapi, pertemuan agung tetap dilaksanakan. Tidak ada yang akan menghalangi niat mulia ini. Termasuk para gerombolan angin malam itu. “Sudah menanam jagung, Pak?” basa-basi Pak Rt kepada Bapakku.
8.910.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 390 Beses bilang gedung rumentang siang
Read
+Library
Tumbal Purnama

Tumbal Purnama

Namun, saat tiba di sana, pemandangan yang mengejutkan membuatnya terpaku. Karung-karung berisi bahan baku berceceran di lantai, sebagian isinya rusak. Bau busuk menyeruak, bercampur dengan cairan hitam yang mengalir dari beberapa karung. Di dinding gudang, tergores tulisan besar dengan cat merah: "Kalian akan jatuh, tak lama lagi."
1.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 47 Beses bilang gedung rumentang siang
Read
+Library
Dalam Genggaman Tiran Tampan

Dalam Genggaman Tiran Tampan

Senyum Belle muncul perlahan, tidak sepenuhnya lega, tapi cukup untuk menghangatkan udara di antara mereka yang sempat dingin. Suara lonceng kecil di atas pintu toko bunga Maison de Fleurs berdenting pelan, membuat Belle dan Eddie sama-sama menoleh dari meja kerja mereka. Di balik pintu kaca yang terbuka, masuklah sosok tua yang sudah mulai akrab di mata Belle—meski tetap membuatnya menghela napas setiap kali muncul. Richard Grentham melangkah masuk dengan setelan rapi. Tongkat kayu di tangannya berdetak ringan tiap kali menyentuh lantai kayu. Tapi hari ini, ekspresi wajahnya berbeda.
109.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 267 Beses bilang gedung rumentang siang
Read
+Library
Surga yang Berdarah : Reinkarnasi Sang Kaisar Terbuang

Surga yang Berdarah : Reinkarnasi Sang Kaisar Terbuang

Dinding batu licin, dipenuhi lumut biru berkilau – racun ringan, tapi cukup membuat kulit gatal. Kael melempar serbuk hijau – lumut mengering jadi abu, membersihkan jalur. Lin Hu di depan, pedang pendek di gigi, Long Yichen di gendongan. Granny Mei di belakang, meneteskan darahnya ke air – membentuk rune pelacak balik: jika mereka tersesat, darah akan mengarah ke pintu keluar. Setelah 200 meter, tangga besi muncul – tanda pintu servis lantai dasar menara. Di atasnya: gerbang logam berpalang rune ungu – simbol Setengah Segi Tujuh.
968 viewsOngoingIdinagdag sa Library 37 Beses bilang gedung rumentang siang
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status