Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Perjalanan Waktu: Gairah Liar Para Selir!

Perjalanan Waktu: Gairah Liar Para Selir!

Rajendra duduk bersandar di dinding kayu rumah. Di tangannya masih tersisa aroma tanah dari sore yang panjang di hutan. Rajendra memejamkan mata sejenak, membayangkan biji-biji gandum itu digiling menjadi tepung putih halus, lalu diolah menjadi roti hangat yang mengepul di pagi hari. “Yang Mulia,” suara lembut itu membuyarkan lamunannya.
9.858.9K viewsCompletedAdded to Library 1.6K Times as gedung rumentang siang
Read
+Library
Thai Qu Cing Si Anak Kotoran 2 [Penyembuh yang Terkutuk]

Thai Qu Cing Si Anak Kotoran 2 [Penyembuh yang Terkutuk]

"Atau 'Gudang Rayap', sebut saja sesukamu. Minumlah. Ini bubur spesial: tanpa daging, tanpa bumbu, dan tanpa masa depan. Bagus untuk orang yang intinya baru saja mau meledak." Baru saja Qu Cing menerima mangkuk itu dengan tangan gemetar, pintu gubuk yang reyot itu ditendang terbuka dengan kasar. BRAK! Sosok tinggi besar berdiri di ambang pintu, menghalangi sedikit cahaya matahari yang masuk. Jubah perangnya yang mengilap dan penuh lencana emas terlihat sangat kontras, bahkan menyakitkan mata. Jika dibandingkan dengan gubuk kumuh yang dindingnya berlapis lumut ini. Ia harus menunduk dalam-dalam agar helm tempurnya tidak menghantam kosen pintu yang rendah.
101.3K viewsCompletedAdded to Library 37 Times as gedung rumentang siang
Read
+Library
Kaisar, Jangan Meminta Lebih

Kaisar, Jangan Meminta Lebih

Benteng Perbatasan Timur. Pagi Hari. Matahari baru saja naik, tetapi langit di atas benteng gelap oleh asap dan debu. Tanah berguncang. Bukan sekali. Bukan dua kali. Tapi dalam irama berat yang teratur. DUM. DUM. DUM. Di balik debu, bayangan-bayangan raksasa muncul. Gajah-gajah perang Saharath.
1013.7K viewsCompletedAdded to Library 314 Times as gedung rumentang siang
Read
+Library
Renjana

Renjana

Yeah, apalah aku ini jika dibandingkan mereka, yang memiliki selera dan standar kecantikan yang tinggi. “Astaga!” Ida menatapku sambil menutup mulut dengan kedua tangannya. “Kamu kenapa?” Tanyaku memastikan bahwa dia baik-baik saja. “Lihat ke arah jam 12,” ucapnya lagi. Aku menoleh ke arah jam 12, pada gedung tepat diseberang kami, 4 lantai. “Apa? Aku tidak melihat apapun selain lorong kosong diseberang sana,” kataku dengan mata yang masih menyapu lorong tanpa penghuni di gedung seberang.
103.2K viewsOngoingAdded to Library 84 Times as gedung rumentang siang
Read
+Library
Kultivator Jiwa Modern

Kultivator Jiwa Modern

“Dan kalau yang kita temui bukan dia?” Risa menjawab cepat. “Aku akan tetap hadapi.” --- Setelah setengah hari perjalanan, mereka tiba di reruntuhan. Gedung Zenith udah runtuh total. Besi melengkung, kaca pecah jadi debu, dan semua yang dulu bersinar kini tinggal bayangan. Tapi di tengah reruntuhan itu... berdiri seseorang. Jubah hitam. Tubuh kurus. Gerakannya pelan seperti orang yang baru belajar berjalan.
1.5K viewsCompletedAdded to Library 55 Times as gedung rumentang siang
Read
+Library
Gairah Liar Istriku

Gairah Liar Istriku

Udara malam terasa menusuk tulang saat Reno akhirnya berdiri di depan gedung tua itu. Bangunannya menjulang, suram, dengan dinding kusam yang penuh retak. Jendela-jendela gelap itu tampak seperti mata mati yang mengawasi kedatangannya. Hanya ada lolongan angin yang terdengar di luar, membuat seng berkarat di atap berderak-derak protes.
12.3K viewsCompletedAdded to Library 442 Times as gedung rumentang siang
Read
+Library
Pewaris Kultivasi Iblis, Raja Kelelawar Hitam

Pewaris Kultivasi Iblis, Raja Kelelawar Hitam

Cahaya lentera kertas merah berkibar lemah di sudut Kuil Dewa Bumi yang telah runtuh, menciptakan bayangan-bayangan menari di antara reruntuhan batu yang dipenuhi lumut. Rong Tian duduk bersila di atas tikar jerami lusuh, punggungnya bersandar pada pilar naga yang telah retak, mata kehitamannya menatap kosong ke arah altar yang sudah tidak tersisa selain puing-puing batu dan dupa kuno yang membusuk.
1027.1K viewsCompletedAdded to Library 623 Times as gedung rumentang siang
Show Reviews (22)
Read
+Library
Kedai ARYA
masih ingin membacanya tor, tapi mo gimana lagi updatenya aja kek males2an kadang sehari cmn 2 bab coba kl update itu minimal 5 bab per hari jd semangat bacanya, kl updatenya sedikit2 ya kita mo bacanya juga nunggu rapelan beberapa hari biar enak bacanya jd dpt alur cerita nya
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Novel ini menceritakan Petualangan Lin Chen menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan para Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Read All Reviews
Bara Dendam Sang Prabu Boko

Bara Dendam Sang Prabu Boko

Aroma kayu terbakar dan tanah basah memenuhi udara. Tumenggung Rukma berdiri di samping Jentra, matanya yang semula sehangat embun pagi kini setajam elang, mengamati setiap pergerakan musuh di kejauhan. Ia telah menanggalkan aura gagak muda yang santai, kembali menjadi kepala Sanditaraparan yang dingin dan perhitungan, wajahnya tanpa ekspresi.
102.2K viewsCompletedAdded to Library 62 Times as gedung rumentang siang
Read
+Library
Permaisuri Gila! Kaisar Tak Bisa Melepaskanmu

Permaisuri Gila! Kaisar Tak Bisa Melepaskanmu

Siang Hari – Alun-Alun Ibukota Ibukota Runtuh (yang sekarang kami beri nama baru: Neo-Aethelgard) sedang sibuk. Suara palu dan gergaji mesin bersahut-sahutan. Pasukan Orc—yang kini memakai helm konstruksi kuning di atas kepala hijau mereka—sedang mengangkut balok baja untuk memperbaiki gedung pencakar langit. Para Dwarf memasang kabel listrik baru. Warga manusia membuka kedai-kedai makanan di pinggir jalan. "Nona Admin! Nona Admin!"
1023.4K viewsCompletedAdded to Library 748 Times as gedung rumentang siang
Read
+Library
Kembalinya Nona Muda yang Terbuang

Kembalinya Nona Muda yang Terbuang

Angin pagi dari pelataran Menteng udah berubah jadi angin siang. Udara jadi lebih gerah dan berat. Jam perunggu di ruang tengah nunjukin jam sembilan pas. Di beranda belakang, meja masih berantakan bekas rapat tadi pagi. Teh mint di teko tanah liat udah habis, gantinya wedang uwuh di cangkir porselen. Warnanya merah, wanginya cengkeh sama secang nyebar ke seluruh beranda.
103.4K viewsCompletedAdded to Library 118 Times as gedung rumentang siang
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status