Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Mas Ganteng

Mas Ganteng

Saat ini, Rumi sedang beradu pandang dengan matahari yang sedang terik-teriknya di atap bangunan. Dia telah kehilangan rasa kantuknya sepeninggal pertemuan mengejutkannya dengan Zuldan. Isi kepalanya tak menentu arah berpikirnya sekarang. Sudah setengah jam lamanya dia memandang gedung-gedung menjulang tinggi di hadapannya yang tak biasa. Sebab dia lebih menyukai pemandangan gedung tinggi di bawah langit hitam.
7.2K viewsCompletedAdded to Library 286 Times as gedung rumentang siang
Read
+Library
WARUNG TENGAH MALAM

WARUNG TENGAH MALAM

“GEUS MANEH CICING DIDINYA, JELEMA IEU MAH TANDING JEUNG AING WE. (SUDAH KAMU DIAM SAJA DI SANA, MANUSIA INI MAH TANDING DENGAN KU SAJA. )” “NGAN LAMUN AING MEUNANG, AING MENTA SABAGIAN GUNUNG SEPUH JADI MILIK…. (TAPI KALAU AKU MENANG, AKU MINTA SEBAGIAN GUNUNG SEPUH JADI MILIK....)” Srattttt Crat Crat Crat
9.8683.7K viewsCompletedAdded to Library 25.3K Times as gedung rumentang siang
Show Reviews (174)
Read
+Library
Astri Kurniasih
saya sudah tamat baca ini ya sama kutukan leluhur juga, buka pake koin berbayar Dannnn, setelah beberapa lama(berbulan2) saya mau nostalgia baca ulang, tau ga mas othor saya mesti buka lagi pake koin, semua kekunci lagi... plis atuh lah saya waktu itu buka koin pake uang bukan pake daun... KECEWA
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
Read All Reviews
Herrscher (Divina Futuri)

Herrscher (Divina Futuri)

“Ayo kita masuk ke dalam salah satu gedung yang hancur itu.” Dagaz menunjuk salah satu gedung yang seluruh kacanya pecah akibat getaran yang dihasilkan oleh suara guntur. Dark melihat gedung tersebut. Dagaz melajukan motornya menuju gedung yang ia tunjuk. Suara motor Dagaz tersamarkan oleh suara mesin – mesin kendaraan berat yang memindahkan puing – puing yang berserakan di jalan. Deru mesin diikuti deru debu yang membuat jalanan serasa berkabut. Dagaz menutup kaca helmnya untuk menghindari debu itu. Jalan yang seharusnya halus menjadi terasa bergelombang yang membuat berkendara terasa tidak nyaman sama sekali. Dagaz tiba di depan gedung yang hampir hancur itu.
103.5K viewsOngoingAdded to Library 98 Times as gedung rumentang siang
Read
+Library
SEPERTI MENDUNG

SEPERTI MENDUNG

Sangat indah, kata wanita itu, lalu lelaki yang ada di sampingnya memutarkan kepala untuk melihat langit biru sambil berdiri, oksigen pun dihirupnya begitu segar. Ada burung perkutut yang hinggap di pohon cengkih, suaranya begitu nyaring untuk menemani di pagi hari. Daun-daun cengkih beterbangan ketebak angin jatuh ke tanah tak beraturan. Bulat mata yang dimiliki oleh Riki masih melihat penampakan-penampakan suasana pagi di beranda rumah Ani. Dia pun sangat mensyukuri sekali atas nikmat yang Tuhan berikan kepadanya.
3.5K viewsCompletedAdded to Library 102 Times as gedung rumentang siang
Read
+Library
Mengejar Mentari

Mengejar Mentari

Drett Ponsel Defandra bergetar. Defandra yang masih sibuk dengan kameranya belum sempat fokus pada ponsel. Ia terus membidik Dzi dari berbagai posisi. “Kena kamu. Asal kau tahu Bosku sangat mencintaimu. Kapanpun dia menginginkanmu ada di dekatnya, kau sama sekali tidak bisa mengelak yang Mulia Ratu.” Gumam Defandra sambil memandang hasil jepretannya berkali-kali. Ia melirik posisi duduk Dzi dan Firman yang kini sudah kosong seorang pelayan sedang melangkah mendekati meja yang baru dipakai mereka. Tangannya cekatan mengambil peralatan bekas makan dan meletakkannya di nampan. Ia mengambil kain lap. Setelah menyemprotkan cairan ke meja, ia segera membersihkannya.
109.0K viewsCompletedAdded to Library 343 Times as gedung rumentang siang
Read
+Library
Tulang Rusuk

Tulang Rusuk

Keheningan suasana pondok belum tercipta sepenuhnya saat pengeras suara memperdengarkan suara berat seseorang yang sedang memberikan kultum. Sebuah pintu ganda berbahan kayu tanpa ukiran diketuk pelan Rahmat saat sudah berada di depannya. Pada ketukan ketiga, suara kunci diputar terdengar menjawab salam kami. Pintu tersebut terbuka menampilkan sesosok ayu mbak ndalem, dia kemudian menyapa dengan membalas salam, “Wa’alaikumsalam.” “Masyaallah, Ning Zea!” Belum sempat bertanya dari arah belakang kami, Asna datang.
106.1K viewsOngoingAdded to Library 153 Times as gedung rumentang siang
Read
+Library
 RITUAL GUNUNG KEMUKUS

RITUAL GUNUNG KEMUKUS

ajak Saimah sambil menggandeng lengan suaminya. Keduanya berjalan melewati titian yang membelah sungai. Ingatan Saimah berasa dibawa kembali ke masa-masa bersama dengan Sarto saat melakukan ritual tengah malam. Dari atas jembatan berbahan dari bambu tersebut, kedua orang tersebut bisa melihat sebuah gubug dengan penerangan dari obor. Di samping bangunan berbahan anyaman bambu tersebut berdiri kokoh sebuah pohon beringin.
1019.6K viewsCompletedAdded to Library 528 Times as gedung rumentang siang
Read
+Library
JERITAN MALAM PENGANTIN

JERITAN MALAM PENGANTIN

Semilir angin berhembus menerpa wajahku, pohon-pohon bambu saling bergesekan menimbulkan suara berisik. "Kalau pagi gini enak ya, Mel. Nggak angker-angker banget. Seger banget udaranya, tapi kalau malam jadi sarang demit," oceh Intan. "Huusst, kalau ngomong suka bener!" "Ihhh, gendeng. Kaget gue, gue kira lu mau marah." "Udah nggak usah banyak omong, pegangan yang kenceng! Gue mau agak ngebut nih,"
1066.0K viewsCompletedAdded to Library 1.5K Times as gedung rumentang siang
Read
+Library
Giok Langit

Giok Langit

Dia hanya bisa mengingat dua bangunan yaitu bangunan yang paling megah dengan patung seorang lelaki di depannya, lalu bangunan lain di sebelahnya yang merupakan menara tinggi dengan empat tingkat. “Selamat datang, Guru.” Anggota-anggota Gagak Putih segera menghampiri mereka dan menunduk memberi hormat. Cao Yin membalas dengan anggukan singkat beserta lambaian tangan. Cao Yin membawa Cang Er melintasi halaman lebar itu di tengah tatapan-tatapan heran sekaligus kagum dari semua orang. Cang Er merasa jengah juga karena mampu merasakan semua tatapan sedang tertuju padanya.
103.1K viewsOngoingAdded to Library 97 Times as gedung rumentang siang
Read
+Library
Yang Tak Kunjung Padam

Yang Tak Kunjung Padam

Lalu gambar berganti ke lorong-lorong panjang dengan lantai tegel, ruang perawatan yang berjajar rapi, taman kecil dengan bangku besi, hingga sebuah kantin mungil di sudut belakang. Dadanya mendadak terasa sesak. Tanpa ia sadari, jemarinya mengepal. "Aku merasa sangat familiar dengan rumah sakit ini." suaranya tercekat. Dokter Raka tidak menyela. Ia hanya mengamati, memberi ruang bagi pada Pak Bambang untuk membangkitkan memorinya. Ia optimis kalau Pak Bambang akan segera sembuh.
1019.2K viewsOngoingAdded to Library 632 Times as gedung rumentang siang
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status