Selir Kesayangan Suamiku
tuduh Purwati.
Gendhis hanya tersenyum memandang Ibu Rio, penampilannya lusuh. Lalu beralih melihat Sifa, yang terduduk di lantai dengan memegang lengan sofanya.
“Lihatlah baik- baik, Bu. Ini masih segelan, bagaimana mungkin aku melakukan macam- macam seperti yang njenengan (kau) tuduhkan? Mbak Sifa, duduklah di atas kursi jangan di lantai. Itu dingin, akan masuk angin jika berada di bawah,” Gendhis mengingatkan dengan sabar.