Jodoh Wasiat Ibu
Gibran menutup wajahnya dengan kedua tangannya
Tissa menatap Gibran, hidup yang serba pas-pasan, juga terkukung dari fasilitas mewah, membuat seorang Gibran berubah dalam pola pikirnya.
"Ya, sudah. asal kau, pulang dengan selamat, aku tak mau sendirian," kata-kata Tissa begitu berarti untuk Gibran.
Dalam beberapa jam perjalanan, Gibran sampai di sebuah masjid besar, kali ini dirinya ikut rombongan dari desa tersebut.
Hot Chapters