Bukan Perawan
“Ya udah—“ Kalimat Jingga terjeda karena detik berikutnya Biru turun dari stool.
Merengkuh pinggang Jingga kemudian mencium bibirnya penuh damba, tidak peduli masih terdapat sisa pasta di mulut mereka.
Biru mengulum bibir bagian bawah Jingga dengan cara paling lembut merayu Jingga agar membalas ciumannya.
Dan Jingga tergoda, keduanya cukup lama bertukar saliva saling membelit lidah dan mengulum memicu hawa panas yang membakar hasrat.
Pagutan itu mesti terurai karena mereka nyaris kehabisan napas.
“Ciumannya rasa Bolognese,” gumam Biru yang kembali duduk di stool.
“Aku belum kasih ijin, kamu udah nyosor aja.” Jingga menggerutu padahal tadi dia juga menyambut ciuman Biru.
“Laaah, ‘kan tadi kam