Once then Forever
Tangan perempuan itu meraba sisi tempat tidur, tampaknya mencari keberadaannya.
Ia meraih lengan itu, kemudian mencium lembut.
"Kenapa?"
Suara khas bangun tidur itu saja berhasil membuat jantung Dimitri berdetak lebih cepat. Pria itu menggeleng, menertawai diri sendiri.
Mengucek mata, Sera memerhatikan wajah Dimitri. "Kenapa bangun?" ulangnya.
"Lihatin kamu tidur itu menyenangkan," jawab Dimitri jujur, tetapi malah dibalas Sera dengan decakan seolah tak percaya.