Gadis Terakhir
“Miss, jangan suka-suka gitu dong! Itu ‘kan Papi Aga!”
Miss Jade tampak terkejut, lalu tertawa. “Oops, jealous ya?”
Aga berdiri di antara Aarav dan Miss Jade, menyorongkan tangannya ke depan seolah membuat garis batas. “Miss jangan genitin Papi. Kalau mau genitin, genitin… papanya Amira aja. Jangan papinya Aga.”
Aarav nyaris tersedak tawa.
“Maaf ya, Miss. Aga ini agak… posesif,” ujar Aarav sembari menepuk punggung Aga pelan.