Simpanan Ayah Sahabatku
“Hehehe... iya, iya. Mas bantuin sekarang.”
Ia menarik buku tugas itu dan mulai menulis rumus di kertas lain. Mahen menjelaskan dengan sabar, menunjuk tiap langkah satu per satu. Gadis duduk di sampingnya, memperhatikan dengan saksama.
“Jadi ini dikalikan, terus dijumlahin, baru dikurangin,” jelas Mahen sambil menulis. “Simple, kan?”
“Simple apanya! Dari tadi Mas ngomong kayak guru matematika di TV,” keluh Gadis.