TEMAN TIDUR CEO
katanya kepada Grace
Grace hanya mengerjap pelan. Bukan karena takut, tapi karena dia memilih diam sebagai senjatanya. Diam yang menggema, membuat ruangan kecil itu penuh oleh sesuatu yang lebih berat dari teriakan.
Rangkaian kejadian hari ini telah membuat kulit wajahnya sedikit pucat, entah karena kelelahan atau karena amarah yang ditekan terlalu lama. Tapi meski tampak letih, Grace tetap menyimpan sisa keanggunan yang menolak untuk padam. Rahangnya, yang kini lebih menonjol karena ototnya mengencang, justru menambah tegas garis wajahnya. Cantik dalam bentuk yang berbeda. Bukan cantik yang lembut seperti biasa, melainkan cantik yang keras, kuat, dan menggigit. Seperti bunga yang tetap meka
Sikat na Kabanata