Terjerat Cinta Terlarang Sepupuku
"Tidak semua. Ada juga yang menjual ke Bu Rosidah. Nenek Mas Tristan, pria yang waktu itu jatuh ke sawah sama kamu,"
"Oh.." Aku mengangguk paham, lalu kembali mengamati interaksi orang-orang di depanku sembari menunggu Om Dimas berbicara dengan anak buahnya.
Dari lumbung, Om Dimas membawaku ke toko induk. Sama seperti sebelumnya, toko induk milik Om Dimas tidak seperti yang kubayangkan. Tak hanya beras, ternyata di toko ini juga menjual kedelai, jagung, gula dan minyak goreng. Dan semua barang tidak jual satuan. Dengan kata lain toko ini tempat untuk pembelian grosiran.