PERMAISURI YIN
“Di kamar saja, Permaisuri, cepat bawakan guci tempat berkemih.”
Su Yin bingung. Di masa depan jika sakit perut, ingin pipis atau mandi ada kamar mandi baik umum ataupun milik sendiri di dalam apartementnya. Sekarang?
“Kalian serius aku buang air besar di dalam guci?” Su Yin menelan ludah. Tak terbayangkan dalam benaknya. Bagaimana kalau yang keluar malah cair bukannya padat.
“Permaisuri, seperti biasa saja. Nanti panggil kami kalau sudah selesai.” Guci itu diletakkan di atas kursi yang berlubang dan nanti Su Yin tinggal duduk saja.