Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Menjadi Candu Guruku

Menjadi Candu Guruku

Hubungan kita hanya sebatas teman guru, tidak lebih! 🌹🌹🌹 bersambung ... Maaf, yah... Hari ini up cuma sebiji 🥰🙏
1036.9K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as guru kencing berdiri
Read
+Library
Terjebak Di Tubuh Ustad

Terjebak Di Tubuh Ustad

"Coba lihatlah kaki anda, keduanya masih utuh walau untuk berjalan anda perlu terapi. Sebulan penuh anda tidak bergerak menyebabkan otot-otot di tubuh menjadi kaku." Ezra pun tertarik, ia mencoba untuk duduk tapi tubuhnya begitu kaku walau berusaha keras tapi tetap saja ia tak mampu. "Jangan dipaksakan terlebih dulu, Ustad." Lalu dokter kembali mengambil ponsel dan memfoto ke dua kaki Ezra. "Coba anda lihat," ujarnya memperlihatkan foto itu pada Ezra. Ezra pun melihat dengan seksama. Ekor matanya memicing melihat kedua kakinya.
1.9K viewsOngoingAdded to Library 66 Times as guru kencing berdiri
Read
+Library
Guru Aku Milikmu

Guru Aku Milikmu

Ma Mingzhu memberi nasehat ke gurunya. "Guru adalah orang tua, memang apa yang terjadi antara anak dan orang tua di dalam satu ruang? Lagipula kita hanya tinggal berdua di tengah hutan" Ma Mingzhu ingin sekali berteriak ke gurunya namun nyatanya hanya bisa mengucapkan 'Itu berbeda situasi, bagaimana bisa disamakan. Apa orang tua ini tak punya malu?' "Tak perlu malu, bergantilah di balik tirai. Gurumu ini hanya ingin melihat apakah pakaian itu cocok untukmu"
912 viewsOngoingAdded to Library 31 Times as guru kencing berdiri
Read
+Library
PILAR KEHANCURAN: LEGENDA WU TENG

PILAR KEHANCURAN: LEGENDA WU TENG

Rahib lain mungkin tak melihatnya jelas karena jarak dan kekacauan. Namun Wu Teng melihatnya. Tatapan mereka bertemu. Guru itu tersenyum lebih lebar. Tidak ada kehangatan di sana. Hanya kepastian. Pilar Ketiga bukan sekadar bangkit karena kebocoran segel. Ia dipimpin. Diarahkan. Dirancang. Di tengah gemuruh tanah dan jeritan perang, Wu Teng berdiri di tepi jurang dengan mata yang kini tidak lagi hanya marah.
101.6K viewsCompletedAdded to Library 41 Times as guru kencing berdiri
Read
+Library
Feng Huang - Kitab 3: Pedang Surga

Feng Huang - Kitab 3: Pedang Surga

Dua biksu muda masing-masing membawa kain bersih yang terlipat dengan baik. Dia tersenyum, menunggu kedua biksu muda memasuki kuil di belakang, dan kemudian melompat lagi dengan ilmu meringankan tubuhnya yang baik hingga dia menjejakkan kakinya di atap kuil itu tanpa mengeluarkan suara sedikit pun. Hoaren mencari celah agar dapat melihat bagian dalam kuil atau setidaknya, mendengar pembicaraan di dalam. “Guru Ma,” ujar seorang tetua kuil dengan sedikit membungkukkan badan.
108.8K viewsOngoingAdded to Library 282 Times as guru kencing berdiri
Read
+Library
PERMAISURI YIN

PERMAISURI YIN

“Di kamar saja, Permaisuri, cepat bawakan guci tempat berkemih.” Su Yin bingung. Di masa depan jika sakit perut, ingin pipis atau mandi ada kamar mandi baik umum ataupun milik sendiri di dalam apartementnya. Sekarang? “Kalian serius aku buang air besar di dalam guci?” Su Yin menelan ludah. Tak terbayangkan dalam benaknya. Bagaimana kalau yang keluar malah cair bukannya padat. “Permaisuri, seperti biasa saja. Nanti panggil kami kalau sudah selesai.” Guci itu diletakkan di atas kursi yang berlubang dan nanti Su Yin tinggal duduk saja.
1019.3K viewsCompletedAdded to Library 579 Times as guru kencing berdiri
Read
+Library
Guru Cantik Simpanan Anak Pejabat

Guru Cantik Simpanan Anak Pejabat

Happy Reading ***** Mutia mendorong tubuh Bagas dengan keras ketika lelaki itu mencondongkan bibirnya ke telinga bahkan hampir menggigit indera pendengaran si ibu guru. "Harus berapa kali saya mengatakan bahwa saya nggak pernah melakukan hubungan intim dengan lelaki manapun kecuali Anda," kata Mutia keras bahkan kini air mata perempuan itu terlihat jatuh mengaliri pipinya.
104.0K viewsCompletedAdded to Library 142 Times as guru kencing berdiri
Read
+Library
Penguasa Negeri Jin

Penguasa Negeri Jin

Jin Terjungkir Langit membatin sambil melirik pada dua musuhnya yang masih tak bisa bergerak tak bisa bersuara dan tubuh mereka terus-menerus mengepulkan asap dingin. “Edan!” Tiba-tiba si rambut kuda membentak. “Apa yang salah! Mengapa aku ikut-ikut kedinginan dan mau kencing!” Si rambut kuda ini segera salurkan hawa panas ke dalam aliran darahnya. Tapi rasa ingin kencing memang tak dapat ditahannya lagi. Begitu tangannya digerakkan langsung saja dia menggaruk kepala lalu lari ke balik semak belukar. Di sini dia segera dodorkan celananya. Belum sempat dia membuang air seninya tiba-tiba dari balik semak belukar terdengar orang memaki dan menjauhkan diri sebelum diguyur air kencing! “Dasar set
1031.9K viewsCompletedAdded to Library 925 Times as guru kencing berdiri
Read
+Library
Menghancurkan Dunia Demi Dia

Menghancurkan Dunia Demi Dia

Cairan kuning keluar dari alat kelamin wanita itu, cairannya terus mengucur mengenai punggung kaki Moraka. "Kau… berani…" gumam Moraka sambil menyiapkan tinjunya, urat-urat menonjol di kepalanya. "Berani-beraninya kau kencing di kakiku?!" Dia mengangkat tinjunya ke langit, bersiap menghancurkan Manusia di depannya.
1.2K viewsOngoingAdded to Library 24 Times as guru kencing berdiri
Read
+Library
Kembalinya Sang Pendekar Rajawali Dari Andalas

Kembalinya Sang Pendekar Rajawali Dari Andalas

Kedua matanya yang sangat sipit sampal basah karena tertawa, tapi bukan matanya saja yang basah ternyata bagian bawah perutnya juga ikut basah lalu tiris ke bawah. Air kencingnya itu lah yang mengucur jatuh menimpa Arya yang saat itu duduk di bawah pohon, Arya usap bahunya yang terkena air kencing dengan baju yang barusan diperasnya. Dia hendak memaki habis-habisan, tetapi otaknya bekerja cepat dalam hatinya dia berkata, Si gendut di atas pohon itu bukan manusia sembarangan.
103.5K viewsCompletedAdded to Library 94 Times as guru kencing berdiri
Read
+Library
PREV
1
...
456789
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status