Pembalasan Sang Dokter Jenius
Di ujung ruangan, di atas sebuah panggung kayu yang ditinggikan, duduklah sesosok tubuh dalam posisi bersila.
Sosok itu tidak lain adalah gurunya, sang Maha Guru, Eyang Giri Sewu.
Penampilannya tampak begitu rapuh. Tubuhnya kurus, terbungkus jubah putih sederhana yang warnanya menyatu dengan rambut dan janggutnya yang panjang seputih kapas. Kulitnya keriput, seolah peta dari ratusan tahun perjalanan hidup. Ia duduk membelakangi Mbah Karyo, menatap ke luar jendela besar yang terbuka, ke arah lembah yang diselimuti lautan kabut di bawah cahaya bulan. Ia tampak seperti bagian dari alam itu sendiri, setenang gunung, semisterius kabu