BATARI
"Kau milikku, Batari. Katakan padaku... katakan bahwa kau menginginkanku lebih dari siapa pun!"
Batari melengkungkan punggungnya, membiarkan kepala Victor turun ke lehernya, memberikan akses sepenuhnya. "Hanya kau... kau yang paling gila, Victor," desah Batari, meski matanya tetap terbuka dingin, menatap jarum jam tangannya yang terus berdetak.
Tujuh menit.
Victor semakin hilang kendali mendengar desahan itu. Ia mengangkat tubuh Batari, mendudukkannya di pinggir wastafel yang dingin, tangannya mulai menyingkap rok Batari dengan tidak sabar.
Hot Chapters