Di Antara Dua (Istri)
Biasanya, kami tidak pernah bertengkar dengan cara adu mulut dan fisik secara kasar, tapi sekarang itu adalah puncak dari kebencian dan permusuhanku dengannya.
Ternyata benar ya, tirai antara cinta dan kebencian itu sangat tipis, maka benar juga kata hadist yang menyeru bahwa hendaklah kita mencintai dan membenci ala kadar saja, agar ketika rasa itu berbalik, maka tidak akan ada rasa malu dan bersalah pada diri sendiri.
Lelaki itu masih terus tersedu di dalam ruang kerjanya, hingga hari menjelang pukul 09.00.