TWELVE
Mata kami saling bertemu, segera ku alihkan tatapanku darinya.
“Tapi, aku nggak yakin kalau Ismi mau memaafkan aku.” Tanpa memandangnya menatap lurus ke depan.
“Kamu harus percaya satu hal, dalam persahabatan nggak ada yang namanya mantan sahabat, terus buat dia yakin kalau kamu sahabat yang nggak mungkin menghianati dia. Seiring berjalannya waktu Ismi akan tau kamu adalah sahabat yang terbaik untuknya dan nggak akan pernah membiarkan kamu pergi darinya.” Rey mengusap kedua pipiku tanpa aku sangka air mataku terus mengalir, dia menarik mendekapku.
인기 회차