Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI PERDANA MENTERI

PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI PERDANA MENTERI

Jika dia membungkam seseorang di sini maka reputasinya yang ‘rapuh’ dan ‘rentan’ itu akan hilang dalam sekejap. Jadi Qing Lan memutuskan untuk menenangkan dirinya dan menunggu sampai yang lainnya datang. Baru saja pelayan itu akan berbicara lagi, tiba tiba ada sesuatu yang memotong pembicaraannya, yaitu kedatangan hakim Mahakamah Agung, Yun Liang. Pelayan itu langsung berbalik dan berlari untuk melemparkan tubuhnya ke hadapan Hakin Yun lalu mulai menangis tersedu sedu.
1037.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai hakim bao
Baca
+Pustaka
Rahim Pinjaman

Rahim Pinjaman

Dia merasa perkataan Anilla itu adalah sebuah ejekan. Tanpa basa-basi Bagas menghempaskan wajah Anilla dari cengkramannya. "Aku tidak pernah membohongi siapa pun! Aku datang dengan penawaran yang langsung diterima baik oleh orang tuamu! Apa itu suatu kebohongan?!" teriak Bagas di depan wajah Anilla yang masih menyamping karena hempasan tangannya, dia begitu malas memutar kepala untuk sekedar menatap Bagas.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai hakim bao
Baca
+Pustaka
FAUZIAH AZZAHRA

FAUZIAH AZZAHRA

Merasa penasaran, hingga ia mengajukan pertanyaan. “Ini bukan lagi tentang lotre, tapi tentang Azizah yang tengah hamil dan keguguran,” terang Alwi. Membuat Halima penasaran. Dia duduk disisi Alwi sembari meletakkan cangkir kopi yang ia pegang tadi. “Jadi kau dengar juga rumor itu?” tanya Halima.
104.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 175 kali sebagai hakim bao
Baca
+Pustaka
HUMAIRA

HUMAIRA

"Mohon ma'af sebelumnya Bu. Saya harus memberitahukan kabar buruk tentang kondisi anak Ibu." "Maksud dokter?" Lintang terlihat cemas. Wati menggenggam tangan Lintang. "Dari hasil beberepa pemeriksaan yang dilakukan, Humaira anak Ibu positif leukimia." Lintang dan Wati mematung mendengar ucapan dokter. Mereka seperti disambar petir. "Humaira harus melakukan kemoterapi untuk bisa bertahan. Saya harap Ibu bisa tabah menerima hasil ini." Tangis Lintang dan Wati pecah.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai hakim bao
Baca
+Pustaka
Terjerat Aturan!

Terjerat Aturan!

batinku “Ok, Pak. Kalau begitu, saya akan berangkat sekarang juga,” kataku kemudian hendak menutup sambungan itu sebelum Pak Hakim menyela untuk mengungkapkan hal lainnya. “Awas!” hakim itu terdengar garang sebelum akhirnya ia menambahkan lagi, “Jangan pura-pura mediasinya. Aku akan mengawasi kalian berdua dari luar.” Tut … tut … tut ….
105.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 211 kali sebagai hakim bao
Baca
+Pustaka
Rahim Pengganti

Rahim Pengganti

ucap Bimo “Kenapa? Sudah gue bilang harus ada yang mengorbankan salah satu untuk menangani sebuah kasus,” “Di sana bahaya! Jarum suntik bekas, kain kasa berdarah dan ada beragam barang berbahaya lainnya. Lo bisa terjangkit penyakit banyak hal dari itu.” jelas Bimo
107.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 175 kali sebagai hakim bao
Baca
+Pustaka
Rahim Pengganti

Rahim Pengganti

Dua orang memakai pakaian bebas, sementara tiga orang lain memakai seragam cokelat petugas hukum. “Sersan Andi?” gumam Dyandra menatap lurus. Cersey menoleh, melihat lima polisi telah berada di belakang tubuhnya. Napas wanita itu langsung tertahan dan wajahnya pucat pasi. “Selamat siang, Bu Dyandra. Turut berduka atas kepergian Pak Arka Hasbyan. Tapi, kami pastikan keadilan akan Anda dapatkan,” ucap sang petugas hukum mengangguk.
9.842.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 929 kali sebagai hakim bao
Baca
+Pustaka
Dambaan Hati Pak CEO

Dambaan Hati Pak CEO

Tok Tok Hakim mengetuk palu seraya meminta semuanya tenang. “Saya mohon semuanya menjaga ketenangan di ruang sidang ini,” titah Hakim hingga tak lama kemudian suasana kembali hening, disudut lain tampak Haris memberikan senyum kepada kliennya sebagai isyarat agar kliennya tenang dan tidak terpancing. “Saudara Mario, apa saudara bisa mempertanggungjawabkan apa yang saudara omongkan ?”
108.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 172 kali sebagai hakim bao
Baca
+Pustaka
Kembalinya Hasrat Sang CEO

Kembalinya Hasrat Sang CEO

Hakim, seorang pria paruh baya yang berwibawa, berdiri dan mengetuk palu. “Sidang dimulai,” katanya dengan suara lantang, menenangkan seluruh ruangan. “Pengadilan ini akan mendengarkan kesaksian dari pihak yang telah disiapkan. Wilona Santoso, harap maju ke mimbar saksi.”
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai hakim bao
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status