Ditinggalkan Karena Gendut Dan Tak Cantik Lagi
“Loh malah nangis? Cup cup cup.. sudah sudah, kamu nggak perlu terimakasih segela, kan ini memang janji tante.”
Ku memeluknya erat. Dia menepuk-nepuk pundakku. Beberapa menit kemudian, aku pun melepaskan nya.
“Udah kan peluknya? Hehe. Tante pegal banget nih hehe.”
“Emhehe, maaf tan.”
“Nggak papa kok. Tante maklumi haha..”
“Hehe,”
“Ya udah, keknya ini saat nya kamu jemput anak-anak mu deh. Udah jam setengah 12 nih. Mau kamu yang jemput atau tante?”