Sentuhan Nakal Adik Iparku
Lelaki muda itu hanya mengenakan handuk.
Air mengalir menetes dari rambutnya ke dada bidang yang berkilat dalam cahaya lampu kulkas. Handuk di pinggangnya tergantung rendah, bahkan terlalu rendah. Renxia ingin berbalik, ingin pergi, tapi kakinya seperti terpaku. Bukan karena takut, tapi karena rasa panas yang tiba-tiba mengalir dalam darahnya. Matanya bergerak cepat ke lantai, namun terlambat. Tubuhnya sudah mengingat lekuk itu. Otot perut indah dan juga aura itu.
Andre berjalan mendekat. Pelan, tanpa tergesa. Seperti tahu kalau dirinya sedang diamati.