Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
DENDAM BERKALANG NODA

DENDAM BERKALANG NODA

Malam ini akan menjadi malam yang paling tragis dalam hidupnya! "Om...lepaskan aku demi Tuhan..."Rengek Laura dengan wajah memelas, mukanya sembab basah, kedua tangannya berpegang erat pada ujung robekan kain bajunya. "Manis, kamu masih begitu muda, pastilah legit." Harman tertawa kecil, dia menciumi sekujur wajah Laura dengan penuh nafsu, nafasnya yang pendek-pendek itu terdengar tersengal. Tangan Laura di renggutnya dengan paksa, hal ini membuat bagian dada Laura segera terbuka, menampakkan bra yang ada di dalamya.
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai handuk sedang
Baca
+Pustaka
Janda Kembang

Janda Kembang

Rambut hitam dan lebat dengan alis yang seperti bulan sabit, hidung mancung, pipi chubby dan tubuh yang montok semakin menambah pesonanya. "Gemes banget lihat Elena bubuk kayak gini," ucap Sundari sembil pegang pipinya Elena. "Hush, jangan ganggu dia," ucap Saras sambil memegang tangan Sundari. "Oke," balas Sundari pelan. Saras perlahan ke luar dari mobil, Bayu juga ikut ke luar, mereka berdua lalu saling pandang saat sudah berdiri di samping mobil. "Mau aku antar masuk Mbak?"
106.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 201 kali sebagai handuk sedang
Baca
+Pustaka
Ganteng-Ganteng Duda

Ganteng-Ganteng Duda

"Kamu enggak inget tugas utama kamu apa di rumah nanti? Ngasuh Gilang, kalau Gilang enggak mau, kamu kerjanya apa?" "Ngasuh Mas Vino?" Lelaki berusia 32 tahun itu menyugar rambut. "Terlalu enak, coba hari ini kamu deketin Gilang. Pernikahan kita akan tetap berlangsung meskipun Gilang lagi merajuk. Tapi ada baiknya, kamu bisa luluhin hati anak itu."
776 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai handuk sedang
Baca
+Pustaka
Bisikan Tengah Malam

Bisikan Tengah Malam

suara Hendra tercekat di tenggorokan, terasa kering dan gatal. Seperti tersadar, Hendra merasa berada di kamar bernuansa ungu dengan ranjang empuk besar, memandangi wanita cantik yang memancing untuk bersetubuh. Dia seperti mawar merah lembut yang berselubung duri. Seperti pelangi yang menyembunyikan kenangan hujan, atau mirip dengan bulan yang tidak merindukan pagi. Indah, namun mengerikan.
3.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai handuk sedang
Baca
+Pustaka
Dekapan Hangat Berondongku

Dekapan Hangat Berondongku

Dia duduk di sofa sambil memperhatikan Jonathan yang masih sibuk menanyakan berbagai hal tentang kuliah, ujian, motor, sampai proyek lukisan yang sedang dikerjakannya. “Nilaimu bagaimana?” “Aman.” “Aman itu berapa?” “Ya... aman.” “Berarti nggak aman.” Enzo tertawa. “Kakek masih sama aja.” “Dan kamu masih sama.” Mereka kembali tertawa.
10289 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6 kali sebagai handuk sedang
Baca
+Pustaka
AYO KAWIN KONTRAK

AYO KAWIN KONTRAK

ucap Heru sambil menggerak-gerakkan tangannya. Sarah bangun dan menyambar handuk, "Dah, gue mandi dulu." Heru tersenyum melihat kebingungan Sarah. Walau tangannya pegal, tapi entah kenapa moodnya berangsur baik hari ini. ***
104.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai handuk sedang
Baca
+Pustaka
HANCUR BERSAMA SELINGKUHAN

HANCUR BERSAMA SELINGKUHAN

Campur aduk antara rasa nyeri di badan dan sesak di dada–menanti yang tak pasti. Seketika, mataku terpaku pada warna biru di layar. Narendra telah membaca pesan dariku! Hatiku bersorak, tetapi kegembiraan itu tak berlangsung lama karena tak ada balasan apapun darinya. Narendra bahkan tak terlihat online lagi setelahnya.
1044.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai handuk sedang
Baca
+Pustaka
Belenggu Hasrat Tuan Muda Adalrich

Belenggu Hasrat Tuan Muda Adalrich

cecar Hans sambil meremas rambut di bagian belakang kepalanya. Shenka tertawa di dalam hati. Ia tahu pria memang tidak pernah mengalami siklus bulanan seperti wanita, tetapi ia tidak menyangka jika respon Hans akan seheboh itu. "Ini masih tiga jam pertama di hari pertama periode haidku, Hans. Masih berupa flek, darahnya belum banyak. Jadi tenang saja, sepraimu tidak akan kotor, dan tisumu juga tidak akan habis sampai tiga pack," jawab Shenka sambil menahan tawa.
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 134 kali sebagai handuk sedang
Baca
+Pustaka
Premanku Canduku

Premanku Canduku

Pelukan yang sekarang sudah terkontaminasi secara akumulatip oleh campur tangan sang setan sawah dalam bentuk kobaran syahwat yang mengala-nyala. Saat kepala Nengsih pasrah bersender pada daadanya, jantung Hendy langsung tidak berjalan normal. Dan tonjolan di celananya membuat dia susah memposisikan duduknya. Demikian pula bagi Nengsih. Saat Hendy meraih bahunya untuk memberikan kehangatan pada tubuhnya dia merasakan anginnya sudah terlebih dulu melayang-layang di awan biru. Pelukan jejaka gagah tampan sekeren Hendy ternyata juh lebih mendebakan dibanding pelukan suaminya dan Andi sekalipun.
1012.1K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 446 kali sebagai handuk sedang
Tampilkan Ulasan (24)
Baca
+Pustaka
Ar_key
Sepertinya si Firda terlalu terlena dengan balutan masa lalu yang membuatnya melayang ke surga. Demikian juga dengan Yudis yang asyik dengan si Lina yang membuatnya buta. Sepertinya Firda lebih tertarik dengan BIMO nama yang selalu terukir di hatinya hingga lupa dengan suami
Ntaelia
Nama yang cocok untuk lelaki misterius menurut aku, "Darma Subagja" bisa dipanggil Darma atau Bagja, nama yang terdengar sedikit kampungan tapi gak pasaran. Btw, si Gavin ih, Astaghfirullah banget godain bini orang mending sama aku aja hahaa becandaaa! Huhuhuu ....
Baca Semua Ulasan
Simpanan Dokter Konglomerat

Simpanan Dokter Konglomerat

Mulutnya yang berwarna merah cenderung hitam, mulai bergerak merapal mantra. Disatukannya kedua telapak tangannya menghadap perutnya yang cukup buncit untuk ukuran orang tua. Seperti dalam oven yang terpanggang oleh panasnya suhu di sekitar, air keringat Hendrik ikut menetes dari sisi pelipis kirinya. Ia terkadang bergidik ngeri dengan ekspresi yang dibuat oleh kakangnya saat merapalkan mantranya.
1015.9K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 396 kali sebagai handuk sedang
Tampilkan Ulasan (28)
Baca
+Pustaka
Sasaaki
"Hai, apa kau tersesat? Apa yang kau bawa itu..?" "Ah, ini novel yang sangat kugemari.." "Apa aku boleh membacanya?" "Tentu, tapi ini novel horor, kau mungkin tdk akan bisa tidur selamanya krn ketakutan." "Haha, ada-ada saja.." Baru saja aku menerima buku itu, sampul yg kulihat adalah...
Novi Yani
ko cerita sm tokoh2 ny sama persis sm buku judulnya misi misteri sang indigo author nya yura daliyulia saya kira pas baca authornya sama ternyata beda.beda judul beda author tp cerita nya sama persis
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status