Rahasia Ibu Mertuaku
ujar mas Bani, menggeser posisinya mempersilakan mas Harto.
Dengan perlahan, mas Harto memasukkan anak kunci ke dalam lemari. Tak menunggu lama, akhirnya pintu berhasil dibuka. Semuanya antusias ingin mengetahui isi di dalamnya. Begitu pintu terbuka, semuanya membelalakkan mata. Banyak sekali minyak-minyak dengan botol kaca berukuran kecil di dalamnya. Warnanya juga beragam. Selain botol-botol minyak, ada juga tumpukkan botol besar, berisikan onggokan daging kecil berwarna merah hampir kehitaman. Baunya begitu menusuk indera penciuman. Bau aneh bercampur anyir dan bau bangkai menjadi satu.
"Bau apa ini?" ucap mas Bani, menjauh dari lemari dengan jari mencubit ujung hidungnya.