Hijrah Cinta Bryan
"Pantaskah aku... menjadi imammu?"
Bryan tertunduk, setelah mengatakan itu, entah mengapa dunianya terasa begitu sempit. Ia takut, bahwa ternyata istrinya tidak mengharapkan imam seperti dirinya.
"Pantas tidak pantasnya, bukan aku yang menilai, tapi Allah. Manusia tidak berhak mencap si fulan baik, si fulan jahat, karena Allah yang tau kebaikan dan kejahatan seseorang, walau kita bisa mengukur dari nilai-nilai agama dan moral yang orang itu jalankan. Selama ini, aku melihatmu sebagai pria yang baik, terlepas dari bagaimana kebiasaanmu. Kamu pria yang tidak segan meminta maaf jika salah, kamu adalah pria yang selalu mengutamakan orang lain dibandingkan dirimu sendiri, dan kamu pria yang berta
Hot Chapters