DOSA TERINDAH
“Kangen ayah dan ibu? Jangan sedih, ada aku.”
Dia menggeleng, lalu mendekapku erat-erat.
“Aku bukan lagi sedih, aku bahagia. Sangat bahagia. Terima kasih, Istriku. Terima kasih, Cahayaku. Ini adalah kado ulang tahun paling indah sepanjang hidupku. Aku mencintaimu, aku mencintai kalian.”
Aku menertawakannya saat belitan handuknya terlepas, menampilkan tubuh polos yang bersimbah air mata.