Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
BI-LA

BI-LA

“Lo sama Nata aja cakepan Nata. Tolong lo bercermin dulu, Gy.” Argy mendelik mendengar ucapan Lani. “Mba, kenapa sih hobi banget bully Argy?” “Lo emang bully-able.” Biru tak sengaja bertatapan dengan mata Nila membuat gadis itu senang, “Nah, kalau Biru mah sayang-able. Udah ya, gue gak tahan mau nyamperin suami.” “Calon, Nil! Calon!” Argy mengingatkan Nila tapi tampaknya gadis itu tak perduli.
2.5K viewsOngoingAdded to Library 60 Times as bly
Read
+Library
PLAYER

PLAYER

“Ganteng iya, body ok, materi nggak usah ditanya, dan kata lo dia pinter, well behave. Jadi apa lagi yang lo cari?” “Cinta!” jawab Lily sambil berlalu ke kolam renang yang ada di samping villa untuk menenangkan diri. *** “Arla.” Rhea mengangsurkan dua take home pack sour sally frozen yogurt yang sering dibicarakan pegawainya. “Nih, dessert buat rame-rame.” “Makasih, Bu. Ini pasti gara-gara Desti dari kemarin rewel mau beli ini,” sindir Arla yang membuat Desti girang, bukannya malu.
1038.9K viewsCompletedAdded to Library 1.5K Times as bly
Read
+Library
Pulang

Pulang

Mereka segera turun, menunggu Angga memarkirkan kendaraannya dan segera masuk begitu pria tampan itu kembali. " Katakan apa yang ingin kau coba? " tanya Angga pada sosok pria kecil di samping Yotta. " Kak, aku mau naik itu, " jawab Yoga menunjuk sebuah wahana yang memiliki bentuk seperti roda memutar dengan banyak lampu berwarna yang menerangi. " Mmt, Bianglala? Apa kau tidak takut ketinggian? " tanya Angga pada pria kecil itu.
103.4K viewsOngoingAdded to Library 84 Times as bly
Read
+Library
Bloody Revenge

Bloody Revenge

ulang Bu Elok melihat kedua guru baru di hadapannya masih terdiam. Farizka akhirnya angkat bicara, “Saya butuh data anak-anak pindahan, Bu, terutama anak blasteran. Untuk keperluan mading, artikel.” “Ya, untuk artikel, bagaimana anak pindahan blasteran bisa bersosialisasi dengan baik.” Angga menambahi. Semoga kali ini, kata-kata mereka cukup meyakinkan.
102.4K viewsOngoingAdded to Library 57 Times as bly
Read
+Library
Little Brother

Little Brother

Nyatanya dia tidak lebih dari seorang pecundang. "Kudengar kau menolak kerjasama dengan perusahaan B? Menurutku itu keputusan yang kurang bijak. Jika kau sudah melihat profil perusahaan B, seharusnya kau dengan senang hati bekerja sama dengan mereka. Tapi kenapa tidak?" ucap Kayla membuka tujuannya perlahan. "Mereka mengalami krisis finansial dan tidak memiliki apapun untuk investor percaya pada mereka," jelas Zen singkat.
105.3K viewsOngoingAdded to Library 179 Times as bly
Read
+Library
Liara

Liara

balas Hagan tak mau kalah. Sejenak ruangan itu diisi oleh aksi saling mengejek dari Hagan dan Max. Liara hanya memilih menjadi pendengar dan sesekali tertawa geli. Kemudian, Biru, salah satu asisten di rumah itu datang. Membawa satu kantung belanjaan kepada Hagan. Benda itu Hagan berikan pada Liara. Ponsel dan juga pengisi daya cadangan. Pria itu tak ingin kejadian seperti kemarin terulang.
9.535.0K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as bly
Read
+Library
SPERANZA

SPERANZA

panggil Byakta sambil berjalan menghampiri Yasa dan Speranza. "Aku bukan temanmu," ujar Speranza menatap Byakta malas. Byakta menatap Speranza dengan kesal. Dia menunjukkan handphonenya kepada Yasa dan Speranza. "Hari ini di gudang sekolah kita ditemukan sebuah kaki," kata Byakta memberitahu mereka berdua. Dengan cepat Speranza mengambil handphone Byakta. Dia melihat foto yang disebarkan di grup sekolah. Benar, disana terlihat sebuah kaki berlumuran darah dan lantai yang dibanjiri oleh darah.
102.7K viewsOngoingAdded to Library 98 Times as bly
Read
+Library
LIGNEE

LIGNEE

jawab Aldi. “Apa? Apakah kau membeli pesawat ruang angkasa?” Rayhan menyindir Aldi yang terlalu mudah membuang-buang uangnya. “Rayhan, aku memberitahumu satu hal dan kau segera berbicara sampah.” Aldi kesal karena Rayhan selalu saja mengkritik nya. “BAIK. Aku tutup mulut.” Seorang pelayan menghampiri mereka dengan selembar tagihan di tangannya. Aldi mengeluarkan pena barunya dan menandatangani bill. “Grazie….”
104.8K viewsOngoingAdded to Library 193 Times as bly
Read
+Library
BERSAMANYA

BERSAMANYA

Kemudian, dia mengirim pesan WeChat ke Zhu Lingling. "Apakah kamu disana?" "Ya." "Beri aku nomor rekening bankmu, aku akan membayarmu kembali." “Apa terburu-buru? Saya tidak terburu-buru, "jawab Zhu Lingling. “Kamu mungkin tidak, tapi aku. Sungguh menyebalkan berhutang uang kepada orang lain.” “Dari mana kamu mendapatkan semua uang itu? Apakah Ning Zhiyuan mengembalikan bagianmu dari uang muka?” tanya Zhu Lingling.
104.3K viewsOngoingAdded to Library 91 Times as bly
Read
+Library
Cahaya Biru

Cahaya Biru

tanya Biru sambil menyodorkan kertas berisi soal padaku. Aku pun menjelaskan pada Biru cara pengerjaannya. "Nomor satu, dua dan lima pakai rumus bawah. Nomor tiga, empat pakai rumus atas," jawabku sambil menunjukkan rumus yang aku tulis di buku catatan. Biru mengangguk-anggukkan kepalanya. Entahlah, dia paham atau nggak aku nggak tahu. Beberapa menit kemudian, Biru menyerahkan hasil pekerjaannya.
1.4K viewsOngoingAdded to Library 41 Times as bly
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status