PENDEKAR KAISAR RASKAR
“Ehm…! Ma–maafkan perkataanku, ya…! A–aku tidak benar-benar bermaksud menjelekkan dirimu meski wajahmu memang sudah jelek. E–eh…, maksud saya bukan seperti itu! Aku benar-benar tidak ingin memperpanjang masalah yang ada di sini. Ini semua hanya salah paham, Harka Tarung!”
“Benar-benar hanya itu saja yang bisa aku pikirkan untuk kebaikanmu. Kau pasti tahu sendiri kalau itu yang aku maksudkan, kan? Ja–jangan terburu-buru marah, o–oke?! Aku tidak akan pernah menghinamu lagi asalkan kau bisa menenangkan diriku kali ini saja. Percayalah dengan perkataanku ini, oke?”
Harka Tenang dengan gugup berusaha menjelaskan maksud dari perkataannya yang sebelumnya sudah sangat jelas terdengar provokatif seka
Bab Populer