Dinodai Sebelum Malam Pertama
Farah mendekati Nuha, menyeka air matanya yang berlomba menetes dengan tangan mungilnya.
“Tak ada yang melukai Ibu, Nak. Ibu hanya bersedih saja.”
Nuha tak ingin putrinya salah paham. Ia buru-buru menyeka air matanya dengan tisu. Mungkin saat ini Farah sudah lupa siapa itu Ratih, yang tak lain pengasuhnya.
“Farah, my little princess, dari mana kau mendapat kata ‘hajar’? Kasar Sayang,”
Nuha mengelus pipi tembem Farah. Pikirannya terusik mendengar kata-kata berkonotasi negatif yang ia dengar dari bibir merah muda putri cantiknya.