Tiga Kakak Tiriku yang Menggoda
Rasanya perih, bukan hanya di kulit, tapi sampai ke jantung.
Air mataku akhirnya jatuh, tapi tanpa suara, karena aku menggigit bibirku sendiri untuk menahan rasa sesak.
Aku ingin menghubungi seseorang. Siapa pun. Aku tak kuat lagi menghadapi ini sendirian.
Dan, namanya muncul begitu saja di pikiranku.
Kaiser.
Aku belum pernah benar-benar bergantung padanya. Tidak pernah ada alasan. Tapi sekarang… pikiranku hanya ingin mendengar suara seseorang yang tidak akan menyalahkanku.