Cinta Cita
Namun, karena kondisi Cita kedua orang itu akhirnya harus berangkat ke Singapura dan ikut andil dalam mengurus putrinya.
“Aku tinggal dulu,” pamita Arya sambil mengusap perut Cita setelah menyingkap selimut istrinya. Kemudian ia menunduk dan memberi satu kecupan di atas sana. “Jangan rewel, kasian ...” Arya mengangkat wajah menatap Cita. “Mau dipanggil apa? Mama, Mami, Bunda ... apa lagi, ya?”
Bab Populer