Labuhan Cinta
El yang merasa jika istrinya.
“Yang merek kirana ya, Pak?” tanya pramuniaga.
“Iya, mungkin.” El sendiri tidak tahu apa merek minuman tersebut.
“Ada di lorong minuman, Pak. Sebelah sana.” Pramuniaga itu menunjuk satu lorong.
“Itu jenis obat ‘kan? Kenapa di lorong minuman?” El yang merasa aneh melontarkan pertanyaannya.
“Karena—”
“Terima kasih, Kak.” Dean yang mendengar protes El, langsung menariknya. Merasa tidak ada gunanya memperdebatkan letak minuman itu di mana.