Dewa
Ketakjuban itu membuat asmaranya tumbuh subur dalam dada.
"Kau memang baik, Dewa." Puji Rivani di dalam hati.
"Aku nggak pernah bercita-cita jadi presiden! Aku hanya ingin membantu mereka yang kesulitan!" rajuk Dewa.
"Songong lo," Dendi menonyong kepala Dewa lagi. "Mana bisa kamu bantu mereka, ngurusi dirimu saja belum becus," ledeknya.
"Yah, apalah guna niat kalau tak ada usaha," Chika akhirnya mengeluarkan suara.
Bab Populer