PURA PURA JADIAN
SyafaSApura-purajadianimpiankukata kata pura pura bahagia
“Serius deh, Nail! Kamu tuh enggak bisa nungguin cowok yang kayak gitu. Itu namanya menunggu nasi dingin. Masih panas aja udah enggak enak, apalagi dingin.”
Aku merengut. “Gak lucu, Hana. Itu terlalu dalam buat aku.”
Hana menepuk bahuku dengan penuh kasih sayang, lalu tertawa. “Yaudah, deh. Tapi aku nggak mau denger cerita kamu tentang Alif lagi, ya. Move on, dan temukan hal-hal seru lainnya. Lagian, aku tahu ada yang lebih baik dari Alif. Banyak, kok!”