Terjebak Mantra!
tanya Nia yang mengerjap-ngerjapkan matanya.
“Iya, baru saja bangun.” Jawabku lirih, dengan menunjukkan senyuman semu.
Nampaknya memang tidak ada kesempatan untuk menyelamatkan diri dari semua kejadian ini. Tidak ada yang bisa kami lakukan kecuali menyesali tentang apa yang telah terjadi. Kenapa aku harus menyesal? Ah, tidak ada yang perlu kami sesalkan. Hidup ini adalah sebuah perjuangan, maka terus berjuang sampai mati adalah perjuangan. Hidupku belum berhenti sampai di sini. Di depan sana, masih terbentang jalan luas dan hebat yang harus aku lalui. Akhirnya, aku tertidur lagi dengan keadaan perut lapar.